Jakarta – Di tengah dinamika global yang terus berkembang, pemerintah Indonesia menunjukkan respons yang sigap dan terukur dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Berbagai kebijakan strategis terus diperkuat guna memastikan ketahanan ekonomi tetap solid, sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan masyarakat di tengah perubahan eksternal.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa pemerintah secara aktif membangun kepercayaan investor global melalui komunikasi langsung dan transparan. Dalam pertemuan dengan sejumlah investor besar di Amerika Serikat, ia menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan berada pada jalur yang tepat. Ia menjelaskan bahwa persepsi negatif yang muncul di pasar global lebih dipengaruhi oleh dinamika informasi, sementara kondisi riil ekonomi nasional tetap stabil.
“Mereka sebenarnya tidak ragu, hanya ada noise terkait isu fiskal, dan setelah dijelaskan, keyakinan terhadap ekonomi Indonesia semakin kuat,” jelasnya.
Kepercayaan tersebut turut diperkuat oleh proyeksi positif dari lembaga internasional. Asian Development Bank (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2 persen pada 2026 dan 2027, meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Dalam laporan Asian Development Outlook April 2026, ADB menilai bahwa permintaan domestik Indonesia tetap kuat dan menjadi penopang utama di tengah tekanan global.
“Permintaan domestik Indonesia relatif kuat dibandingkan negara lain di kawasan. Ini menjadi bantalan penting di tengah tekanan global,” tulis ADB.
Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa berbagai indikator ekonomi menunjukkan tren yang positif dan optimistis. Ia menyampaikan bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga, didukung oleh stabilitas harga bahan pokok dan energi. Kebijakan pemerintah yang menjaga harga BBM subsidi tetap stabil menjadi salah satu bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat.
Teddy juga menambahkan bahwa kondisi ekonomi yang stabil tercermin dari berbagai momentum penting, termasuk periode Lebaran yang berlangsung lancar. Ketersediaan bahan pokok, stabilitas harga, serta kelancaran arus mudik menjadi indikator konkret bahwa kebijakan pemerintah berjalan efektif di lapangan.
“Harga bahan pokok tersedia, harga stabil, BBM tersedia, dan arus mudik lancar. Itu fakta di lapangan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.
Dengan sinergi kebijakan yang kuat dan respons yang adaptif, pemerintah optimistis stabilitas ekonomi nasional akan terus terjaga. Langkah ini sekaligus mempertegas bahwa Indonesia mampu menghadapi dinamika global dengan fondasi ekonomi yang kokoh dan berdaya tahan tinggi.





