Pendidikan Bermutu, Sekolah Rakyat Jajaki Kolaborasi Nasional dan Internasional Perluas Peluang Siswa

JAKARTA — Program Sekolah Rakyat terus dikembangkan sebagai solusi memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah bersama berbagai mitra kini menjajaki kolaborasi nasional dan internasional guna membuka peluang lebih luas bagi para siswa, termasuk akses kerja global.

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi salah satu mitra strategis yang mulai menjalin kerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos). Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI Agus Setiabudi menyebut kolaborasi ini sebagai respons terhadap kebutuhan nyata di dunia pendidikan.

“Ini bisa dikatakan sebagai gayung bersambut. Kita memang sedang mencari berbagai permasalahan nyata yang ada di dunia pendidikan,” kata Agus di Bandung.

Ia menjelaskan, kontribusi UPI akan difokuskan pada pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas guru, serta perumusan konsep penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Selain itu, UPI juga akan mengirimkan mahasiswa untuk praktik kerja lapangan guna mendukung kebutuhan tenaga pendidik.

“Selanjutnya, mereka akan melihat kapasitas mahasiswa kita. Jika memiliki prospek, ke depan bisa direkrut menjadi staf. Selain itu, dalam waktu dekat juga akan dilakukan pembinaan bagi para guru serta penataan kurikulum sekolah,” ujarnya.

Menurut Agus, UPI siap memperkuat program ini melalui penyusunan nota kesepahaman, pengembangan proyek percontohan, hingga penyusunan peta jalan pendidikan yang berorientasi pada kemandirian lulusan.

Sementara itu, Kemensos juga membuka peluang kerja sama internasional untuk memperluas prospek lulusan Sekolah Rakyat. Salah satunya melalui kemitraan dengan Regiono Group dari Jepang yang bergerak di bidang pendidikan dan layanan kesehatan.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan kerja sama ini diarahkan untuk menyiapkan tenaga kerja caregiver dari lulusan Sekolah Rakyat.

“Jadi dari keluarga miskin, kemudian kita latih, ya caregiver ini. Kemudian memang nanti kita berharap ini bisa (menjadi) kerja sama permanen, strategis lah ya,” ujar Agus Jabo.

Ia menambahkan, program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat skema graduasi, yakni mendorong penerima bantuan sosial agar mampu mandiri secara ekonomi.

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo menegaskan kurikulum Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya untuk pendidikan akademik, tetapi juga pengembangan keterampilan kerja.

“Jadi begitu lulus dari itu, sudah bisa berangkat ke sana (Jepang),” jelas Supomo.

Ia juga menyebut Kemensos akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, untuk memastikan keberlanjutan program.

Dari pihak mitra, CEO Regiono Group Nakashima Yasuharu mengungkapkan kebutuhan tenaga kerja caregiver dari Indonesia cukup besar dalam beberapa tahun ke depan.

“Selama beberapa tahun ke depan, kami membutuhkan sekitar 400 caregiver,” ujarnya.

Dengan kolaborasi lintas sektor, baik di tingkat nasional maupun internasional, Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya menjadi akses pendidikan alternatif, tetapi juga menjadi jembatan menuju peningkatan kesejahteraan dan mobilitas sosial bagi masyarakat.

  • Related Posts

    Ekonomi Biru Diperkuat Lewat Pembentukan Institut Kelautan Indonesia

    Jakarta- Komitmen Indonesia untuk memperkuat pembangunan ekonomi biru terus mendapatkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Selain melalui penyempurnaan regulasi yang berpihak pada daerah kepulauan, penguatan riset, inovasi, dan pengembangan sumber…

    Ekonomi Biru Diperkuat lewat Pendidikan Vokasi, Riset Terapan, dan Pemberdayaan Pesisir

    Jakarta – Anggota Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan DPR RI Hendry Munief menegaskan bahwa konsep ekonomi biru perlu menjadi fondasi penting dalam pembangunan wilayah kepulauan Indonesia. Menurutnya,…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *