Jakarta – Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih memperluas fungsi koperasi sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok dan hasil pertanian sekaligus penyedia layanan kesehatan dasar melalui klinik dan apotek desa.
Di tengah fluktuasi harga pangan dan tekanan ekonomi akibat perubahan iklim, pendekatan berbasis komunitas ini diposisikan sebagai model integratif yang menggabungkan layanan ekonomi, sosial, dan kesehatan dalam satu ekosistem desa.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa pengembangan Kopdes Merah Putih merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat kemandirian desa dan meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal.
Ia menyampaikan bahwa koperasi tidak lagi hanya berfungsi sebagai wadah simpan pinjam, melainkan sebagai pusat aktivitas ekonomi yang mampu menyerap hasil panen masyarakat.
“Kopdes Merah Putih akan menjadi penyerap utama hasil panen petani sehingga harga lebih stabil dan petani mendapatkan kepastian pasar. Ini penting agar kesejahteraan petani meningkat secara berkelanjutan,” ujar Ferry.
Ia juga menambahkan bahwa integrasi layanan kesehatan seperti klinik dan apotek desa juga menjadi langkah dalam menghadirkan pelayanan publik lebih inklusif.
“Kami ingin koperasi menjadi pusat layanan masyarakat desa, termasuk layanan kesehatan dasar, sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan obat dan pemeriksaan awal,” lanjutnya.
Asisten Deputi Bidang Organisasi dan Badan Hukum Kementerian Koperasi, Try Aditya Putra, menekankan pentingnya penguatan kelembagaan koperasi agar mampu menjalankan fungsi yang lebih luas. Pemerintah terus mendorong legalitas dan tata kelola koperasi yang baik sebagai fondasi utama keberhasilan program.
Ia juga menyoroti bahwa diversifikasi layanan, termasuk klinik dan apotek desa, akan meningkatkan daya tarik koperasi di mata masyarakat.
“Dengan layanan yang semakin lengkap, koperasi akan menjadi pusat aktivitas desa yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih dirancang menyerupai “warung desa” yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau, termasuk obat-obatan.
“Koperasi desa ini nanti seperti warung besar milik warga, di mana masyarakat bisa membeli sembako, gas, pupuk, hingga obat dengan harga yang lebih murah,” ungkap Zulkifli.
Ia menambahkan bahwa keberadaan apotek desa dalam koperasi akan membantu masyarakat mendapatkan akses obat yang aman dan terjangkau tanpa harus pergi ke kota.
“Ini bagian dari upaya pemerintah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dengan baik, termasuk kesehatan,” pungkasnya. ***



_(2).jpg)