MBG Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan, Bukti Keberpihakan Pemerintah pada Rakyat Kecil

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Prabowo Subianto kian menunjukkan perannya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi masyarakat, program ini dinilai menjadi instrumen nyata dalam memperkuat daya beli dan menghidupkan aktivitas ekonomi hingga ke lapisan paling bawah.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa MBG telah memberi dampak langsung terhadap perputaran ekonomi di masyarakat. “Dengan MBG, ekonomi kita hidup di mana-mana. Rakyat butuh telur, daging, sayur, susu, ikan. Ekonomi kita hidup, petani-petani kita dapat penghasilan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan keberpihakan pemerintah diakselerasi melalui kebijakan tersebut. “Kita gelontorkan ke rakyat. Apa yang salah?” sebagai bentuk komitmen menghadirkan keadilan ekonomi,” imbuhnya.

Lebih jauh, Kepala Negara menyebut MBG sebagai strategi pembangunan yang berangkat dari akar ekonomi masyarakat. Ia menilai program ini mendorong konsumsi rumah tangga sekaligus menggerakkan ekonomi desa dan kecamatan.

“Makan bergizi gratis telah mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga, di lapisan yang paling bawah dari ekonomi kita,” kata Prabowo.

Dengan cakupan penerima manfaat yang telah mencapai puluhan juta orang, pemerintah melihat MBG sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyat. “Kita sudah memberi makan puluhan juta orang dan akan terus kita lanjutkan sampai tuntas,” tegasnya.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari kalangan pemerintah. Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menilai MBG memiliki efek berganda yang signifikan.

“Program Makan Bergizi Gratis adalah investasi strategis bangsa, bahwa bukan sekedar komitmen kita kepada generasi muda yang memiliki kualitas sumber daya manusia yang unggul, tetapi juga berdampak ekonomi secara nyata,” ujar Menko PM.

Menurutnya, program ini menjadi bentuk nyata politik anggaran yang berpihak kepada rakyat, di mana setiap belanja negara diarahkan untuk memberikan dampak langsung dan merata.

“Politik anggaran inilah salah satu yang menjadi komitmen Presiden Prabowo, menggeser orientasi cara kerja pemerintah dalam mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan. Politik anggaran yang berdampak langsung sangatlah tepat melalui program MBG ini, di mana tidak sedikit yang mendapatkan manfaat,” ucap Menko Muhaimin.

Senada, Ketua Umum PC Jakarta Pusat Pemuda Muslimin Indonesia Amirullah Hijrian melihat MBG sebagai bentuk pertahanan ekonomi rakyat. Program ini dinilai mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dari bawah, sekaligus menciptakan ekosistem produksi dan distribusi yang melibatkan pelaku usaha lokal.

“Ketika negara membeli bahan pangan seperti beras, sayur, dan telur dari pasar lokal, terjadi perputaran ekonomi yang nyata. Petani, pedagang, dan pelaku usaha kecil mendapatkan kepastian permintaan,” jelas Amirullah.

Menurut dia, program MBG berpotensi membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja lintas usia, serta mendorong inovasi di sektor pangan. Program ini tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi kekuatan ekonomi di masa depan.

  • Related Posts

    Prabowo Dorong E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi Nasional

    JAKARTA – Pemerintah mulai menyiapkan pengembangan bahan bakar bensin campuran bioetanol 50 persen atau E50 sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional. Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo…

    Pemerintah Siapkan E50 sebagai Bagian dari Strategi Ketahanan Energi

    Jakarta – Pemerintah menyiapkan pengembangan bahan bakar minyak (BBM) berbasis etanol hingga E50 sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional. Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan sumber energi domestik…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *