Semangat Reformasi Tetap Kuat di Era Prabowo, Publik Diajak Jaga Persatuan

Jakarta – Semangat reformasi dinilai tetap terjaga di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Masyarakat pun diajak menjaga momentum peringatan reformasi tetap kondusif demi memperkuat persatuan nasional.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Iwan Setiawan menilai kondisi demokrasi Indonesia menunjukkan daya tahan yang kuat dalam dua tahun terakhir pemerintahan Prabowo.

“Demokrasi Indonesia yang seringkali dianggap rapuh justru menunjukkan resiliensi atau daya tahan yang luar biasa di bawah komando yang tegas Presiden Prabowo,” kata Iwan.

Ia menyebut salah satu indikator penting terlihat dari tetap aktifnya masyarakat sipil dan media massa dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Berdasarkan data Dewan Pers, skor Indeks Kemerdekaan Pers 2025 berada di angka 69,44 atau masuk kategori cukup bebas, naik dibanding tahun sebelumnya.

“Berdasarkan data laporan tahunan mengenai kebebasan pers, posisi Indonesia tetap berada dalam kategori yang stabil. Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa tidak adanya kebijakan sensor media yang dikoordinasikan oleh negara, serta tetap aktifnya kanal-kanal kritik di media sosial,” ujarnya.

Selain itu, survei Lembaga Survei Indonesia menunjukkan 73,9 persen masyarakat menilai Indonesia sebagai negara demokratis. Menurut Iwan, hal tersebut mencerminkan legitimasi demokrasi tetap kuat di mata publik.

Ia juga menilai penegakan hukum di era Prabowo berjalan konsisten, termasuk melalui pengungkapan sejumlah kasus korupsi besar oleh aparat penegak hukum.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah tantangan global.

“Situasi dunia sedang tidak mudah. Indonesia dengan kepemimpinan Bapak Presiden terus berupaya mengendalikan stabilitas nasional. Karena itu, jangan ada lagi permusuhan, saling curiga, saling memfitnah, atau menyebarkan isu yang mengganggu persatuan bangsa,” tegasnya.

Ajakan serupa datang dari Putra, mahasiswa sekaligus aktivis di Karawang, Jawa Barat. Ia menegaskan generasi muda harus menjadi garda terdepan menjaga demokrasi yang damai dan kondusif.

“Sebagai generasi penerus bangsa, kami menyadari pentingnya menjaga kondusivitas dan persatuan. . Oleh karena itu, kami menolak segala bentuk provokasi, tindakan anarkis, serta penyebaran hoaks yang dapat memecah belah persatuan” katanya.***

  • Related Posts

    Biodiversity Credit dan Masa Depan Pembiayaan Ekonomi Hijau Indonesia

    Oleh: Alexander Royce*) Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang menempatkannya sebagai salah satu negara dengan potensi terbesar dalam pengembangan ekonomi hijau. Di tengah tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan, pemerintah…

    Pasar Karbon Mangrove dan Harapan Baru Lapangan Kerja Hijau

    Oleh: Bagas Nurahman)* Pengembangan pasar karbon berbasis mangrove menjadi salah satu peluang strategis Indonesia dalam memperkuat ekonomi hijau sekaligus menciptakan lapangan kerja berkelanjutan. Melalui mekanisme perdagangan karbon, upaya pelestarian lingkungan…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *