OPM Serang Warga Sipil, Pemerintah Tingkatkan Pengamanan di Yahukimo

YAHUKIMO – Komitmen pemerintah menjaga keamanan masyarakat Papua kembali ditegaskan setelah aksi brutal yang diduga dilakukan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Delapan warga sipil yang bekerja sebagai pendulang emas dilaporkan tewas akibat serangan kelompok bersenjata tersebut.

Peristiwa itu memicu kecaman keras karena korban merupakan masyarakat sipil yang sedang mencari nafkah. Aparat keamanan langsung bergerak cepat melakukan pengamanan dan pengejaran terhadap pelaku guna memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letnan Kolonel Inf M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa korban bukan aparat keamanan sebagaimana tuduhan yang disebarkan kelompok OPM.

“Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok OPM, melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut,” ujar Letnan Kolonel Inf M. Wirya Arthadiguna.

Aksi tersebut diduga dilakukan kelompok TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin Mayor Kopitua Heluka bersama pasukan Batalyon Yamue di bawah komando Mayor Dejang Heluka. Aparat menilai tindakan itu sebagai bentuk kekerasan yang mengganggu keamanan dan menghambat upaya pemerintah membangun Papua secara damai dan sejahtera.

Pemerintah melalui aparat keamanan memastikan perlindungan terhadap masyarakat menjadi prioritas utama. Patroli dan pengamanan di wilayah Yahukimo pun ditingkatkan untuk mencegah gangguan keamanan kembali terjadi.

“Koops TNI Habema mengutuk keras aksi kekerasan dan pembunuhan terhadap warga sipil yang dilakukan kelompok OPM. TNI akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku serta terus meningkatkan keamanan di wilayah Yahukimo,” tegas Letnan Kolonel Inf M. Wirya Arthadiguna.

Di sisi lain, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 juga berhasil mengamankan seorang pria berinisial YB (34) yang diduga menjabat sebagai Wakil Komandan Batalyon HSSBI Kodap XVI Yahukimo. Dari hasil pengembangan, aparat menemukan sejumlah barang bukti berupa amunisi, senjata tajam, serta komponen yang diduga berkaitan dengan perakitan senjata.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa langkah penindakan tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah menjaga keamanan Papua.

“Penindakan ini merupakan hasil pengembangan dari penyelidikan yang dilakukan aparat di Yahukimo. Dari hasil penggeledahan ditemukan sejumlah amunisi dan barang-barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata,” ujar Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H..

Pemerintah memastikan penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata dilakukan secara profesional dan terukur demi menciptakan Papua yang aman, damai, dan kondusif bagi masyarakat.

  • Related Posts

    Koperasi Merah Putih Mulai Bergerak Salurkan Barang Subsidi

    JAKARTA – Upaya memperluas jangkauan distribusi kebutuhan pokok terus dilakukan pemerintah melalui penguatan peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Koperasi ini dipersiapkan menjadi saluran penyaluran barang bersubsidi, mulai dari beras,…

    Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Penyalur Subsidi yang Lebih Teratur

    JAKARTA – Pemerintah memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai saluran distribusi barang bersubsidi untuk memperpendek rantai pasok dan memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok. Melalui penguatan tata kelola…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *