Presiden Prabowo Perkuat Ketahanan Pangan melalui Program Desa Nelayan

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat komitmen mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui pengembangan Program Desa Nelayan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya peran nelayan dalam penyediaan protein bagi masyarakat, sehingga peningkatan kesejahteraan menjadi salah satu prioritas pemerintah.

“Keinginan agar petani dan nelayan dapat merasakan hasil kerja yang lebih baik dan hidup lebih sejahtera,” ujarnya.

Presiden Prabowo juga menyoroti berbagai kendala yang masih dihadapi nelayan di lapangan, termasuk keterbatasan akses bahan pendukung aktivitas melaut.

“Masih banyak nelayan yang kesulitan mendapatkan es batu dan bahan bakar solar. Ini akan menjadi perhatian pemerintah untuk dilakukan intervensi,” katanya.

Sebagai langkah konkret, pemerintah akan membangun desa nelayan terpadu yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti instalasi es dan stasiun pengisian bahan bakar khusus nelayan.

“Pemerintah akan membangun 5.000 desa nelayan, dengan 1.300 desa mulai direalisasikan pada tahun ini,” lanjutnya.

Presiden Prabowo menegaskan, program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat rantai pasok pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pembangunan desa nelayan menjadi bagian dari transformasi ekonomi biru yang berkelanjutan.

“Program Desa Nelayan tidak hanya meningkatkan hasil tangkapan dan pendapatan nelayan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional serta menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah pesisir,” kata Trenggono.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendukung penuh rencana Presiden Prabowo Subianto untuk membangun desa nelayan sebab program itu sudah dinantikan komunitas nelayan di pesisir.

“Mendorong realisasinya agar tidak hanya berhenti pada peresmian simbolik 1.386 desa pada tahun 2026,” kata Daniel Johan

Menurut dia, pemerintah juga perlu menjamin bahan bakar minyak (BBM) solar subsidi untuk kapal-kapal nelayan. Jangan sampai rencana pembangunan stasiun pengisian bahan bakar khusus di desa nelayan tidak didukung kelancaran distribusi solar.

Selain itu, dia juga mendukung upaya Presiden Prabowo meningkatkan nilai tukar petani.

Menurut dia, petani tidak hanya membutuhkan indeks yang naik di atas kertas, tetapi juga kepastian pendukung lainnya.

“Keterjangkauan pupuk, kepastian harga jual, dan akses pasar yang nyata,” katanya.

Pemerintah optimistis program tersebut mampu mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup jutaan masyarakat pesisir di seluruh Indonesia.

  • Related Posts

    Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia Diperkuat lewat Pendidikan dan Kerukunan

    Jakarta,- Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat pembangunan manusia melalui peningkatan akses pendidikan, kesejahteraan peserta didik, layanan keagamaan,…

    Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia Dikawal lewat Kerukunan Umat

    Jakarta — Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pembangunan manusia terus menjadi salah satu agenda penting pemerintah. Upaya tersebut tidak hanya diarahkan pada…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *