Penguatan Rupiah dan IHSG Menjadi Sinyal Positif Pemulihan Kepercayaan Pasar

Jakarta – Penguatan nilai tukar rupiah dan lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir menjadi sinyal positif bagi pemulihan kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.

Perbaikan ini menunjukkan respons positif investor terhadap berbagai langkah stabilisasi yang ditempuh pemerintah dan otoritas terkait.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menilai penguatan IHSG terjadi setelah berbagai isu yang sebelumnya menjadi perhatian investor mendapatkan penjelasan yang memadai.

Selain itu, munculnya wacana buyback saham tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) turut memberikan sentimen positif bagi pasar.

“Alhamdulillah (IHSG) rebound. Dan kita lihat juga beberapa hal yang kemudian menjadi pertanyaan dari investor, sudah disampaikan. Dan juga kita melihat upaya untuk buyback saham tanpa RUPS sudah mulai ada wacana untuk dilakukan,” ujar Friderica.

Menurut Friderica, tekanan yang sempat terjadi di pasar saham Indonesia bukan fenomena yang berdiri sendiri.

Sejumlah bursa saham di kawasan Asia juga mengalami koreksi yang cukup dalam, termasuk Korea Selatan yang sempat memberlakukan penghentian sementara perdagangan setelah indeks Kospi anjlok lebih dari 8,5 persen.

“Kalau kita lihat kemarin di Korea itu sampai trading halt karena sudah 8,5 persen lebih mereka turun dan juga bursa-bursa lainnya,” katanya.

Penguatan IHSG juga didukung tingginya aktivitas perdagangan. Pada penutupan perdagangan, volume transaksi mencapai 45,17 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp28,01 triliun dan frekuensi perdagangan lebih dari 2,7 juta kali transaksi.

Optimisme serupa disampaikan Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Prasetya Gunadi. Ia menilai fase terburuk pasar saham Indonesia telah berlalu. Menurutnya, penguatan rupiah yang kembali bergerak di bawah Rp18.000 per dolar AS menjadi indikator penting membaiknya sentimen pasar.

Sementara itu, Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai kenaikan IHSG merupakan perkembangan positif yang telah lama dinantikan pasar.

“Kenaikan IHSG ini merupakan sinyal positif yang telah lama dinantikan pasar, meskipun belum memadai untuk menyatakan bahwa seluruh persoalan telah teratasi,” ujarnya.

Meski masih terdapat sejumlah risiko global dan domestik yang perlu diwaspadai, Hendra menilai peluang penguatan IHSG masih terbuka.

Ia menegaskan bahwa stabilitas rupiah, perbaikan sentimen global, serta kebijakan pemerintah yang mendukung investasi akan menjadi faktor penting dalam memperkuat pemulihan kepercayaan pasar pada paruh kedua 2026.

  • Related Posts

    Pertumbuhan Ekonomi Ditopang Investasi dan Produktivitas

    Jakarta – Pertumbuhan ekonomi Indonesia di era Prabowo-Gibran terus diperkuat melalui peningkatan investasi, pengembangan industri, dan produktivitas sektor unggulan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 99 kabupaten/kota mengalami pertumbuhan ekonomi…

    Pertumbuhan Ekonomi Dikuatkan lewat Sinergi Daerah

    Jakarta – Kinerja perekonomian daerah menjadi salah satu tumpuan pemerintah untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional di masa pemerintahan Prabowo-Gibran. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada semester I-2026 terdapat 99…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *