Tokoh Papua Tegas Tolak Provokasi, Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian di Bumi Cenderawasih

Papua Pegunungan – Sejumlah tokoh masyarakat di Papua dengan tegas menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk provokasi yang dapat memicu ketidakstabilan keamanan di Bumi Cenderawasih. Mereka menegaskan pentingnya menjaga kedamaian serta mendukung penuh program pembangunan pemerintah demi kemajuan daerah, khususnya di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

Kepala Kampung Lantipo, Nkieselo, menekankan bahwa masyarakat perlu menjauhkan diri dari aksi-aksi yang tidak produktif seperti demonstrasi yang berpotensi merugikan situasi keamanan. Ia menegaskan bahwa stabilitas sangat dibutuhkan agar pembangunan bisa berjalan dengan baik.

“Saya mengajak masyarakat, kami jaga situasi keamanan Jayawijaya. Masyarakat jangan ikut-ikutan demo-demo itu hal yang tidak baik. Mari kita bersama-sama mendukung program pemerintah supaya pemerintah bangun Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan ini seperti daerah lain,” ujar Nkieselo.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa masyarakat sebaiknya tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki agenda politik maupun kepentingan lain. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam mendukung pembangunan jauh lebih penting dibandingkan mengikuti ajakan-ajakan yang tidak jelas arah dan tujuannya.

“Kami tidak usah ikut-ikutan dari siapapun. Kami mendukung program pemerintah. Jangan ikut-ikutan dari siapapun,” tegas Nkieselo.

Senada dengan itu, Kepala Suku di Kabupaten Jayawijaya, Alex Silodoba, juga menyerukan agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh ajakan yang berpotensi memecah belah persatuan. Ia menekankan bahwa masyarakat wajib mendukung program pemerintah sebagai langkah konkret untuk membawa Jayawijaya menjadi daerah yang lebih maju.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Jayawijaya, kita tenang saja, tidak boleh ikut-ikutan demo itu. Orang pintar punya itu orang pintar, kita harus. Masyarakat wajib mendukung program pemerintah membangun daerah kami di Kabupaten Jayawijaya yang terbelakang ini. Kabupaten Jayawijaya ini harus menjadi kabupaten maju yang lainnya,” kata Alex Silodoba.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara masyarakat dengan pemerintah pusat maupun daerah. “Kita ini harus wajib membangun Jayawijaya bersama Pemerintah Republik Indonesia,” tambahnya.

Pernyataan dua tokoh penting di Jayawijaya ini menjadi penegasan bahwa masyarakat Papua memiliki komitmen kuat dalam menjaga kedamaian serta mendukung pembangunan. Suara-suara lokal tersebut menjadi cerminan semangat masyarakat yang menginginkan perubahan positif, sehingga Papua dapat sejajar dengan daerah-daerah lain di Indonesia.

Dengan komitmen bersama menjaga keamanan dan mendukung pembangunan, diharapkan Jayawijaya dan seluruh Papua Pegunungan dapat berkembang menjadi wilayah yang lebih maju, sejahtera, serta tetap damai dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  • Related Posts

    Pemerintah Kebut Swasembada Bawang Putih, Ketergantungan Impor Ditargetkan Turun

    Jakarta — Pemerintah terus mempercepat langkah menuju swasembada bawang putih sebagai bagian dari strategi besar memperkuat ketahanan pangan nasional. Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Pertanian (Kementan) membangun ekosistem produksi…

    Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Setop Impor Bawang Putih dalam 3 hingga 4 Tahun

    JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat langkah menuju swasembada pangan nasional. Salah satu target yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto adalah menghentikan ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih dalam kurun waktu tiga…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *