Pemerintah Siapkan Pelabuhan Terpadu Papua Perkuat Konektivitas dan Dongkrak Ekonomi Pesisir

PAPUA – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pembangunan Papua melalui penguatan konektivitas laut yang terintegrasi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk mewujudkan pemerataan pembangunan, menekan biaya logistik, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat pesisir. Pembangunan pelabuhan terpadu dan jaringan transportasi laut diyakini akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua secara berkelanjutan.

Salah satu langkah strategis yang tengah dipersiapkan adalah pengembangan Pelabuhan Depapre di Kabupaten Jayapura menjadi kawasan perikanan terpadu yang didukung industri pengolahan hasil laut. Konsep tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan sekaligus memperkuat daya saing produk unggulan Papua di pasar nasional maupun internasional.

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengatakan pengembangan Pelabuhan Depapre merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah.

“Kami bersyukur Papua memiliki Pelabuhan Depapre. Ke depan kami ingin mengubah wajah pelabuhan ini menjadi kawasan perikanan terpadu yang didukung industri pengolahan sehingga hasil produksi masyarakat memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, pelabuhan modern tidak lagi sekadar menjadi tempat sandar kapal, tetapi harus berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi yang menghubungkan sektor perikanan, industri pengolahan, distribusi, hingga ekspor. Dengan demikian, masyarakat pesisir memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan pendapatan melalui pengolahan hasil produksi yang bernilai ekonomi tinggi.

Selain pengembangan pelabuhan, pemerintah juga menyiapkan sistem transportasi laut yang menghubungkan Kabupaten Jayapura, Kepulauan Yapen, Biak, kawasan Sungai Mamberamo, hingga wilayah pesisir lainnya. Kehadiran armada kapal berkapasitas besar dan kapal cepat ditargetkan memangkas waktu perjalanan antardaerah menjadi hanya sekitar satu hari sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi barang semakin efisien.

“Dengan transportasi yang cepat dan terjangkau, masyarakat bisa membawa hasil pertanian, perkebunan, perikanan maupun kerajinan dari kampung untuk dipasarkan di kota. Pemerintah juga akan menyiapkan skema subsidi agar biaya transportasi tetap terjangkau bagi masyarakat,” kata Matius.

Penguatan konektivitas laut ini merupakan bukti nyata keberpihakan pemerintah dalam menghadirkan pembangunan yang merata hingga ke wilayah pesisir Papua. Infrastruktur yang semakin baik diyakini akan memperlancar arus barang, meningkatkan daya saing usaha lokal, memperkuat sektor pariwisata, serta membuka akses ekspor berbagai komoditas unggulan Papua. Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, pembangunan transportasi laut diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi terwujudnya Papua yang semakin maju, terhubung, dan sejahtera.

  • Related Posts

    Threshold SLIK Rp1 Juta Perluas Akses Rumah Subsidi

    Jakarta – Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa penyempurnaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas akses pembiayaan masyarakat sekaligus mendukung berbagai…

    Pemerintah Perluas Akses Rumah Subsidi bagi Pekerja Informal dan Mitra Ojol

    Jakarta – Pemerintah terus memperluas akses kepemilikan rumah subsidi agar dapat dijangkau oleh lebih banyak lapisan masyarakat, termasuk pekerja sektor informal dan mitra pengemudi ojek online (ojol). Kebijakan tersebut dinilai…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *