Pemerintah Tegaskan Satelit Domestik Jadi Pilar Resiliensi Media dan Ketahanan Informasi

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat pembangunan infrastruktur digital nasional sebagai fondasi menuju Indonesia yang berdaulat di era transformasi digital. Salah satu fokus utama yang didorong adalah penguatan ekosistem satelit domestik sebagai penopang konektivitas nasional sekaligus pilar dalam menjaga ketahanan informasi, memperkuat resiliensi media, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di seluruh wilayah Indonesia.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia membutuhkan infrastruktur komunikasi yang mampu menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dalam konteks tersebut, satelit menjadi infrastruktur strategis untuk memastikan pemerataan akses komunikasi dan informasi sekaligus memperkuat kedaulatan digital nasional di tengah pesatnya perkembangan teknologi global.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Wayan Toni Supriyanto, menegaskan bahwa penguasaan infrastruktur satelit merupakan bagian penting dari upaya menjaga kedaulatan bangsa di ruang digital.

“Konektivitas satelit bukan semata urusan teknis, melainkan urusan kedaulatan. Siapa yang menguasai infrastruktur satelitnya sendiri, dialah yang menguasai masa depan ketahanan informasi dan komunikasi bangsanya,” ujar Wayan.

Ia menjelaskan, satelit memiliki peran vital dalam mendukung berbagai sektor strategis, mulai dari layanan komunikasi, pendidikan, kesehatan, penanggulangan bencana, hingga pertahanan negara, terutama di wilayah yang belum terjangkau jaringan terestrial. Karena itu, penguatan kapasitas satelit nasional merupakan investasi jangka panjang untuk memperkokoh daya tahan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk ancaman terhadap ruang informasi nasional.

Pemerintah juga mendorong terbentuknya ekosistem industri satelit nasional yang kuat melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga riset, dan para pemangku kepentingan. Pengembangan riset, manufaktur komponen satelit, hingga pembangunan wahana antariksa dipandang sebagai langkah penting untuk meningkatkan kemandirian teknologi Indonesia.

“Kita perlu memperkuat ekosistem satelit nasional melalui pengembangan riset, manufaktur komponen dan wahana antariksa, serta kebijakan yang mendukung kemandirian teknologi. Generasi muda juga harus mengambil peran dalam inovasi teknologi antariksa agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi mampu menjadi produsen teknologi satelit,” tegasnya.

Penguatan satelit domestik menjadi bagian dari strategi pemerintah membangun ketahanan informasi nasional yang berkelanjutan. Dengan infrastruktur digital yang semakin mandiri serta didukung sumber daya manusia unggul, Indonesia diharapkan mampu menghadirkan layanan komunikasi yang merata, memperkuat resiliensi media nasional, dan menjaga kedaulatan informasi sebagai fondasi Indonesia Digital yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing global.

  • Related Posts

    Suspend Diterapkan, Sekolah Diminta Tolak Ompreng MBG Tanpa Label

    JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan keamanan pangan dan kualitas layanan bagi penerima manfaat. Kepala BGN, Sudaryono meminta sekolah menolak makanan…

    Pemerintah Tegaskan Suspend untuk SPPG – MBG yang Belum Penuhi SLHS

    Jakarta – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan penghentian sementara atau suspend terhadap 1.276 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memenuhi persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kebijakan…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *