Esports Indonesia Makin Mendunia! Herindra Perkuat Fondasi Esports Indonesia

Jakarta – Pelantikan Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) masa bakti 2026–2030 menjadi momentum memperkuat pembinaan atlet, tata kelola kompetisi, dan pengembangan industri esports nasional.

Ketua Umum PB ESI M. Herindra menegaskan bahwa kemajuan esports membutuhkan kolaborasi antara organisasi olahraga, pemerintah, industri kreatif, dan ekosistem digital.

Menurutnya, esports tidak lagi sebatas kompetisi permainan digital, melainkan ruang pengembangan talenta muda, pencapaian prestasi internasional, serta penciptaan peluang ekonomi baru.

Karena itu, kepengurusan baru diarahkan membangun sistem pembinaan berkelanjutan agar atlet Indonesia mampu bersaing di panggung dunia.

Herindra menyoroti capaian Indonesia di berbagai kompetisi internasional, termasuk dua medali perak pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, gelar juara umum SEA Esports Nations Cup 2026 dengan perolehan tiga emas, satu perak, dan satu perunggu, serta prestasi di Audition Grand Esports Vietnam 2026.

“Pelantikan ini bukan sekadar pergantian kepengurusan. Ini adalah awal tanggung jawab bersama untuk memastikan anak-anak muda Indonesia memperoleh kesempatan yang adil untuk berkembang, bertanding secara sehat, dan meraih prestasi,” ujar Herindra.

Ia menekankan pentingnya jalur prestasi yang jelas, pelatihan nasional berkesinambungan, evaluasi berbasis data, serta dukungan ilmu keolahragaan, psikologi, dan kebugaran.

Perlindungan kontrak, kesehatan fisik dan mental atlet, serta pencegahan pengaturan skor, perjudian, dan kecurangan juga menjadi bagian dari agenda pembenahan.

Sejalan dengan itu, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengapresiasi kontribusi atlet, pelatih, dan pengurus esports yang telah mengharumkan nama Indonesia.

Ia mendorong penyelenggaraan kompetisi yang memberi ruang lebih besar bagi gim buatan anak bangsa sekaligus memperkuat industri lokal.

Marciano juga menekankan perlunya pengawasan bersama agar esports terbebas dari penyalahgunaan, termasuk praktik perjudian.

Kolaborasi PB ESI, KONI, dan pemerintah dinilai penting untuk menyatukan pembinaan atlet dan persiapan menghadapi kompetisi nasional maupun internasional.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memandang esports sebagai bagian dari investasi pembangunan manusia sekaligus penggerak ekonomi kreatif.

Ia menegaskan bahwa prestasi olahraga perlu ditopang pembinaan jangka panjang dan perhatian terhadap kesejahteraan atlet.

“Olahraga telah disepakati banyak kementerian bahwa olahraga adalah investasi pembangunan bangsa,” kata Erick.

Dengan dukungan pemerintah, industri, dan komunitas, esports diharapkan berkembang sebagai profesi yang sehat, berintegritas, dan mampu memperluas peluang bagi talenta lokal. Penguatan ekosistem ini menjadi langkah strategis untuk menjaga prestasi sekaligus membawa esports Indonesia semakin diperhitungkan di tingkat global.

  • Related Posts

    Ketua PB ESI Herindra: Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Ekosistem Digital Bangsa

    Ketua Umum PB ESI periode 2026–2030, M. Herindra, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memajukan ekosistem esports nasional. Langkah ini menjadi kunci utama dalam membangun fondasi olahraga digital yang kuat…

    Herindra Lantik Pengurus PB ESI 2026-2030, Timnas Pokémon UNITE-MLBB Dapat Penghargaan

    Jakarta – Ketua Umum PB ESI M. Herindra melantik pengurus periode 2026-2030 di Hall Patiunus, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026). Acara tersebut dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada Timnas Pokémon UNITE Indonesia…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *