Dukungan Lintas Sektor untuk Soeharto Jadi Pahlawan Nasional Semakin Meluas

JAKARTA — Dukungan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, semakin menguat.

Sejumlah tokoh lintas sektor, mulai dari akademisi, organisasi keagamaan, hingga politisi, menyuarakan pandangan serupa, yakni Soeharto layak mendapatkan penghargaan tertinggi negara atas jasa-jasanya dalam membangun bangsa dan menjaga stabilitas nasional.

Guru Besar Universitas Hasanuddin, Prof. Marsuki, menilai Soeharto merupakan salah satu putra terbaik bangsa yang telah berkontribusi bagi Indonesia, khususnya bidang ekonomi dan pembangunan nasional.

“Selama lebih dari 30 tahun memimpin, dengan berbagai pembangunan yang dilakukan, beliau sangat layak mendapatkan gelar pahlawan nasional,” ujar Marsuki.

Ia menambahkan, masa pemerintahan Soeharto ditandai oleh stabilitas ekonomi, inflasi yang terkendali, serta pertumbuhan ekonomi yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kinerja terbaik di Asia.

“Ekonomi Indonesia saat itu dikenal sebagai ‘macan Asia’. Dengan banyaknya pengusulan dari berbagai pihak, saya pikir beliau pantas mendapat gelar itu,” tegasnya.

Marsuki juga menyoroti keputusan Soeharto yang mengundurkan diri secara terbuka pada tahun 1998 sebagai bentuk kesadaran dan tanggung jawab kenegaraan.

Ia menilai sikap tersebut menunjukkan jiwa besar seorang pemimpin.

Dukungan serupa datang dari Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, yang menilai Soeharto berjasa besar sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga pembangunan nasional.

“Kami mendukung Bapak Soeharto sebagai pahlawan nasional karena beliau sangat berjasa kepada Republik Indonesia, sejak masa revolusi kemerdekaan hingga masa pembangunan,” ujarnya.

Dadang menegaskan peran penting Soeharto dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 dan berbagai program pembangunan seperti Repelita, swasembada beras, serta program Keluarga Berencana yang berhasil menekan laju pertumbuhan penduduk.

“Ketika kita menghargai jasa kepahlawanan seseorang, jangan dilihat dari perbedaan politik atau kepentingan apapun, kecuali kepentingan bangsa dan negara,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPP Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago, menilai masa kepemimpinan Soeharto merupakan masa dimana stabilitas nasional sangat terjaga.

“Mau tidak mau, suka tidak suka, di saat beliau memimpin dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Indonesia selalu aman dan situasi politik relatif tenang,” katanya.

“Bahkan Indonesia pernah swasembada pangan di era beliau,” ungkap Irma.

Irma menyebut, jasa dan warisan positif Soeharto terhadap pembangunan bangsa patut dihargai secara objektif.

“Menurut kami, sudah banyak legacy baik yang beliau tinggalkan untuk Indonesia,” ucapnya.

“Jika ada perbedaan pandangan, itu bagian dari demokrasi, namun kontribusinya bagi bangsa tak bisa diabaikan,” ujarnya.

Dukungan yang terus menguat dari berbagai kalangan menegaskan bahwa figur Soeharto memiliki tempat penting dalam sejarah nasional, dan kini banyak pihak berharap proses pemberian gelar tersebut segera terealisasi sesuai mekanisme yang berlaku. (*)

  • Related Posts

    Bonus Hari Raya Driver Ojol Digulirkan, Kolaborasi Platform dan Pemerintah Diperkuat

    Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah bersama perusahaan aplikator transportasi daring memperkuat kolaborasi untuk menyalurkan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para pengemudi ojek online (ojol) dan…

    Bonus Hari Raya Disiapkan untuk Ratusan Ribu Driver Ojol

    Jakarta – Pemerintah memastikan pengemudi ojek online (ojol) akan menerima Bonus Hari Raya (BHR) pada Lebaran 2026. Kebijakan ini menjadi bentuk afirmasi negara terhadap kontribusi ratusan ribu mitra pengemudi dalam…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *