Pemulihan Jaringan dan Transportasi Pascabanjir Bawa Semangat Baru Bagi Warga Terdampak Sumatra

Jakarta – Pemulihan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi pascabencana banjir dan longsor di wilayah Sumatra terus menunjukkan perkembangan positif.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan akses jalan nasional di Sumatra Utara berangsur fungsional pascabencana yang melanda 12 kabupaten/kota.

Laporan terakhir, seluruh 263 titik longsoran tebing telah ditangani. Selain itu, 14 dari 19 titik jalan putus telah kembali fungsional, seluruh 65 titik jalan amblas tertangani, tujuh titik jembatan putus atau rusak telah difungsikan kembali, serta 28 titik genangan banjir telah surut.

“Kementerian PU bergerak cepat agar akses logistik dan mobilitas warga segera pulih. Keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama, sehingga setiap penanganan dilakukan dengan memperhatikan kondisi lapangan dan stabilitas lereng,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo.

Saat ini, satu segmen jalan yang masih terputus berada pada ruas Simpang Rampa–Sibolga via Batu Lubang akibat longsoran di lima titik dengan kondisi tanah belum stabil. Penanganan darurat belum memungkinkan, namun Kementerian PU telah merencanakan penanganan permanen melalui pengalihan trase jalan.

Sebagai solusi sementara, akses Tarutung–Sibolga tetap dapat dilalui melalui jalur Tarutung–Rampa–Poriaha dengan pembatasan kendaraan kecil.

Sejumlah koridor strategis lainnya telah kembali terhubung. Ruas Tarutung–Sipirok sepanjang 68 kilometer sudah dapat dilalui sepenuhnya meski masih dilakukan penyempurnaan jalur sementara. Koridor Batangtoru–Singkuang juga telah terbuka untuk kendaraan ringan, sementara pemasangan jembatan bailey di koridor Sibolga–Batangtoru telah rampung dan fungsional.

Untuk mempercepat pemulihan, Kementerian PU mengerahkan 137 unit alat berat dan terus melakukan pemantauan lapangan.

Pemulihan juga berlangsung di sektor telekomunikasi. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria mengapresiasi langkah cepat TelkomGroup dalam memulihkan jaringan di Aceh Tamiang. Hingga kini, pemulihan jaringan di wilayah tersebut telah mencapai 80 persen dan terus ditingkatkan.

“Kami memastikan rumah sakit beroperasi dengan stabil dan telah terhubung dengan jaringan komunikasi. Keadaan layanan kesehatan ini juga sudah kami laporkan kepada Menteri Kesehatan menggunakan jaringan yang sudah diperkuat,” ujar Nezar Patria.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mempercepat pemulihan dan mengembalikan aktivitas masyarakat Sumatra secara normal dan berkelanjutan. #

  • Related Posts

    Danantara Ambil Peran Kunci dalam Transformasi Pengelolaan Kekayaan Negara

    Oleh: Naura Yuninda )* Pengelolaan aset negara terus menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Di tengah kompleksitas aset strategis yang tersebar di berbagai sektor, kehadiran…

    Danantara Jadi Instrumen Strategis Pemerintah Perkuat Pengelolaan Aset Negara

    Oleh: Febri Hidayat )* Upaya pemerintah memperkuat pengelolaan aset negara terus diarahkan pada penciptaan efisiensi yang berdampak langsung terhadap pembangunan ekonomi jangka Panjang. Oleh karena itu, Badan Pengelola Investasi Daya…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *