Inflasi Terkendali, Kepercayaan Publik Menguat di Bulan Suci

Oleh: Nadira Citra Maheswari)*

Inflasi yang terkendali pada bulan Ramadan menjadi fondasi penting bagi stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap arah kebijakan pemerintah. Ramadan identik dengan peningkatan konsumsi rumah tangga, terutama pada komoditas pangan, sandang, serta kebutuhan penunjang ibadah dan tradisi sosial. Dalam kondisi normal, lonjakan permintaan tersebut berpotensi memicu tekanan harga. Namun ketika inflasi tetap berada dalam rentang yang terjaga, hal itu mencerminkan efektivitas koordinasi kebijakan, kelancaran distribusi, serta kesiapan pasokan di berbagai daerah.

Stabilitas harga selama Ramadan berdampak langsung pada daya beli masyarakat dan membentuk persepsi kolektif mengenai ketahanan ekonomi nasional. Inflasi yang terkendali memberi ruang bagi masyarakat untuk menjalankan ibadah dengan tenang tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap lonjakan harga bahan pokok. Kondisi ini menunjukkan bahwa instrumen pengendalian harga berjalan optimal, mulai dari penguatan cadangan pangan, operasi pasar, hingga pengawasan distribusi di sentra perdagangan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman mengatakan inflasi pada periode Ramadan dan Lebaran tetap terkendali. Aida menegaskan pengendalian inflasi akan terus diperkuat melalui koordinasi antara Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah, seluruh kantor perwakilan Bank Indonesia, serta kementerian terkait di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian. Pernyataan ini menegaskan bahwa stabilitas harga merupakan hasil kerja terpadu lintas lembaga, bukan sekadar faktor musiman.

Ramadan dan periode menjelang Idulfitri secara historis menjadi fase krusial bagi stabilitas harga. Permintaan terhadap beras, gula, minyak goreng, daging, telur, dan komoditas hortikultura meningkat signifikan. Sektor transportasi dan pariwisata pun mengalami kenaikan aktivitas seiring mobilitas masyarakat. Ketika lonjakan permintaan ini mampu diantisipasi melalui manajemen pasokan dan distribusi yang baik, tekanan inflasi dapat ditekan. Keberhasilan menjaga stabilitas dalam periode sensitif ini menunjukkan kesiapan kebijakan yang terukur.

Kepercayaan publik menjadi variabel penting dalam dinamika ekonomi. Inflasi yang terkendali berkontribusi pada ekspektasi positif masyarakat terhadap kondisi ekonomi ke depan. Pelaku usaha memperoleh kepastian dalam menyusun strategi produksi dan distribusi, sementara konsumen lebih percaya diri dalam membelanjakan pendapatannya. Siklus kepercayaan ini memperkuat konsumsi domestik sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi.

Di tingkat nasional, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, menyampaikan bahwa tingkat inflasi nasional secara year on year pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,55 persen, melampaui batas atas target pemerintah. Namun ia menegaskan bahwa lonjakan tersebut tidak disebabkan oleh kenaikan harga pangan. Inflasi perlu dipandang secara seimbang karena Indonesia tidak hanya berperan sebagai negara konsumen, tetapi juga produsen. Perspektif ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan keberlanjutan sektor produksi.

Di daerah, pengendalian inflasi dilakukan melalui langkah-langkah konkret. Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Tangerang Selatan, Ucok Siagian mengatakan Pemerintah Kota Tangerang Selatan memastikan kondisi inflasi daerah masih terkendali menjelang Ramadan 2026. Sejumlah langkah strategis disiapkan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok. Upaya ini menunjukkan bahwa stabilitas ekonomi merupakan hasil kolaborasi pusat dan daerah dalam memantau distribusi serta mengantisipasi potensi gangguan pasokan.

Stabilitas inflasi juga memberi dampak positif bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Selama Ramadan, UMKM di sektor kuliner, busana muslim, dan jasa transportasi mengalami peningkatan permintaan. Ketika harga bahan baku stabil, pelaku usaha dapat mempertahankan harga jual yang wajar tanpa mengorbankan margin usaha. Hal ini mendorong keberlanjutan bisnis sekaligus membuka peluang kerja musiman menjelang Idulfitri.

Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, kemampuan menjaga inflasi tetap terkendali mencerminkan ketahanan ekonomi nasional. Fluktuasi harga energi dan pangan dunia sering kali memengaruhi harga domestik. Namun melalui kebijakan mitigasi yang tepat, dampak eksternal dapat diredam sehingga tidak sepenuhnya membebani konsumen. Ketahanan ini memperkuat persepsi positif terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia.

Kepercayaan publik yang menguat selama bulan suci tercermin dari meningkatnya optimisme konsumen. Masyarakat cenderung menyusun rencana belanja secara lebih terukur ketika harga relatif stabil. Aktivitas ekonomi di pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan modern pun bergerak lebih sehat. Stabilitas ekspektasi mencegah kepanikan belanja dan praktik spekulasi yang dapat memperburuk tekanan harga.

Penguatan koordinasi antarwilayah juga berperan dalam mengurangi disparitas harga. Distribusi dari sentra produksi ke daerah konsumsi harus berjalan lancar agar tidak terjadi kesenjangan pasokan. Infrastruktur logistik yang semakin baik membantu menjaga stabilitas di berbagai wilayah, sehingga manfaat pengendalian inflasi dirasakan secara merata.

Momentum Ramadan memperlihatkan bahwa stabilitas ekonomi bukan sekadar angka statistik, melainkan kondisi nyata yang dirasakan masyarakat. Harga yang terjangkau dan pasokan yang cukup menciptakan suasana kondusif bagi pelaksanaan ibadah dan kegiatan sosial. Ketika masyarakat merasakan langsung manfaat stabilitas harga, tingkat kepercayaan terhadap kebijakan ekonomi meningkat.

Dengan inflasi yang tetap terkendali, bulan suci menjadi momentum penguatan solidaritas sosial sekaligus refleksi atas ketahanan ekonomi nasional. Stabilitas harga tidak hanya mencerminkan efektivitas kebijakan, tetapi juga menghadirkan rasa aman bagi masyarakat. Dalam suasana ekonomi yang terjaga, kepercayaan publik terus menguat dan menjadi fondasi bagi pertumbuhan yang inklusif serta berkelanjutan.

*) Penulis adalah Content Writer di Galaswara Digital Bureau

  • Related Posts

    Stabilitas Keamanan Kunci Percepatan Pembangunan Papua

    Oleh : Yohanes Wandikbo )* Teror yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata di Papua kembali menunjukkan wajah kekerasan yang tidak hanya menyasar aparat keamanan, tetapi juga merampas hak hidup masyarakat sipil…

    Otsus Pendidikan Papua Tegaskan Komitmen Negara Tingkatkan Kualitas SDM

    Oleh : Loa Murib )* Otonomi Khusus Papua pada hakikatnya bukan sekadar kebijakan fiskal, melainkan instrumen afirmatif negara untuk memastikan keadilan pembangunan bagi Orang Asli Papua. Di antara berbagai sektor…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *