MBG Ramadan Dipastikan Tepat Sasaran bagi Pelajar dan Kelompok Rentan

JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 dengan skema yang dirancang semakin adaptif dan tepat sasaran. Pemerintah menegaskan, penyesuaian teknis selama bulan puasa justru memperkuat komitmen negara dalam menjamin pemenuhan gizi pelajar serta kelompok rentan secara berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan bahwa pelaksanaan MBG di sekolah tidak dihentikan. Bagi siswa muslim yang menjalankan ibadah puasa, makanan disalurkan dalam bentuk kering agar dapat dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka.

“Kita sudah putuskan, selama Ramadan program MBG tetap berjalan. Untuk anak sekolah yang berpuasa, makanannya diberikan dalam bentuk kering agar bisa dibawa pulang,” ujarnya.

Ia menegaskan, kualitas dan kandungan gizi tetap menjadi prioritas utama. Menu seperti telur, roti, dan kurma dipilih karena praktis, bergizi, dan mudah didistribusikan tanpa mengurangi standar Angka Kecukupan Gizi (AKG). Sementara itu, siswa non-muslim tetap menerima MBG seperti biasa tanpa perubahan jadwal maupun jenis makanan. Di lingkungan pondok pesantren, penyaluran dilakukan menjelang waktu berbuka agar dapat langsung dikonsumsi para santri.

Komitmen keberlanjutan program juga ditegaskan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Menurutnya, Ramadan tidak menjadi alasan untuk menghentikan intervensi gizi, terutama bagi kelompok yang berada dalam periode emas pertumbuhan.

“Target utama kita ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Golden period ini sangat menentukan tumbuh kembang anak, sehingga program harus tetap berjalan tanpa terputus,” tegasnya.

Kelompok 3B—ibu hamil, ibu menyusui, dan balita—tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah memastikan penyaluran kepada mereka berlangsung normal dengan menu siap santap sesuai standar gizi. Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menekankan bahwa setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mendahulukan kelompok rentan sebelum memperluas cakupan ke sekolah.

“Kelompok 3B adalah prioritas. Dapur yang baru beroperasi harus terlebih dahulu memastikan kebutuhan gizi mereka terpenuhi,” ujarnya.

Selain tepat sasaran, aspek keamanan dan kualitas pangan turut diperkuat. BGN mengarahkan penggunaan kemasan yang lebih higienis serta pengadaan peralatan vakum untuk menjaga ketahanan makanan selama distribusi. Transparansi anggaran juga menjadi perhatian, dengan pagu bahan baku yang disusun sesuai ketentuan dan disesuaikan indeks kemahalan daerah.

Dengan desain kebijakan yang adaptif, pengawasan ketat, serta fokus pada kelompok paling membutuhkan, MBG selama Ramadan dinilai semakin menunjukkan keberpihakan nyata negara terhadap generasi muda dan kelompok rentan. Program ini bukan sekadar distribusi makanan, melainkan investasi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing.

  • Related Posts

    Antisipasi Lonjakan Konsumsi, Pengawasan BBM Selama Ramadan Diperkuat

    Jakarta – Pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkuat pengawasan stok dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. Penguatan ini…

    Program MBG Selama Ramadan Disesuaikan, Standar Gizi Seimbang Tetap Dijaga

    Jakarta – Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama Ramadan 1447 Hijriah dengan sejumlah penyesuaian teknis tanpa mengurangi standar gizi seimbang bagi para penerima manfaat. Kebijakan ini…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *