Pakar Sebut Stimulus Transportasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jelang Lebaran 2026

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat kebijakan stimulus ekonomi menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026 melalui dukungan pada sektor transportasi, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Kebijakan ini diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat serta memperluas ruang ekonomi yang mampu mendorong pertumbuhan lebih inklusif.

Tenaga Pakar Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Fithra Faisal Hastiadi, menegaskan bahwa stimulus sektor transportasi terbukti memberi dampak positif terhadap perekonomian.

“Ketika pemerintah memberikan stimulus di sektor transportasi, hasilnya cukup baik karena sektor ini memiliki keterkaitan kuat dengan sektor ekonomi lainnya,” ujarnya.

Pemerintah menilai kebijakan subsidi transportasi mampu meningkatkan aktivitas ekonomi daerah, terutama saat periode mudik. Dengan berkurangnya biaya perjalanan, masyarakat memiliki ruang belanja lebih besar yang kemudian mendorong perputaran ekonomi lokal. Pendekatan ini juga dinilai efektif dalam menjaga konsumsi domestik sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam rangka memperluas manfaat kebijakan, pemerintah juga menanggung pajak penghasilan bagi pekerja berpenghasilan di bawah Rp10 juta di sektor padat karya dan ekonomi kreatif. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli sekaligus membuka kesempatan kerja yang lebih luas.

Secara makro, ekonomi nasional pada kuartal keempat tercatat tumbuh 5,39 persen secara tahunan. Pemerintah optimistis tren positif ini berlanjut di tahun 2026 dengan target pertumbuhan mendekati 6 persen.

“Stimulus ini bukan hanya jangka pendek, tetapi bagian dari upaya menciptakan ruang ekonomi yang berkelanjutan,” kata Fithra.

Menjelang Lebaran, pemerintah juga memastikan keseimbangan antara stabilitas harga pangan dan kesejahteraan produsen. Perputaran uang saat mudik diperkirakan mencapai Rp300 hingga Rp350 triliun di Pulau Jawa, sehingga kelancaran logistik dan kecukupan pasokan menjadi perhatian utama.

Warga Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Fauzi, menyampaikan apresiasi atas langkah pemerintah.

“Sebagai masyarakat, saya mengapresiasi stimulus transportasi dan upaya menjaga harga pangan karena membuat kami lebih tenang menghadapi kebutuhan Lebaran,” katanya.

Ia menilai kebijakan diskon tiket dan tarif tol yang dikoordinasikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, serta komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga stabilitas harga pangan melalui bansos sangat membantu masyarakat.

Melalui kebijakan ini, pemerintah menegaskan komitmen untuk menghadirkan pembangunan yang inklusif, di mana pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat.

  • Related Posts

    Program MBG Katalisator Positif bagi Industri Unggas

    Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menjadi katalis positif bagi industri unggas nasional seiring meningkatnya kebutuhan pasokan daging ayam untuk puluhan juta penerima manfaat. Hal itu sejalan dengan…

    MBG Tak Hanya Tingkatkan Gizi, Tapi Dorong Pertumbuhan Industri Unggas

    JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah tidak hanya berdampak pada peningkatan asupan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan industri unggas nasional. Kebutuhan protein hewani…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *