Jakarta – Pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) dalam kondisi aman dan terkendali menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Kepastian ini disampaikan guna menenangkan masyarakat di tengah potensi peningkatan konsumsi energi pada periode hari besar keagamaan serta libur panjang nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa stok energi nasional saat ini berada di atas batas minimum yang telah ditetapkan pemerintah.
“Ketiga, terkait kesiapan pasokan energi untuk menghadapi bulan puasa dan Hari Raya Idulfitri, baik LPG maupun BBM, saya tegaskan seluruhnya dalam kondisi terkendali dan stok nasional berada di atas batas minimum,” ujar Bahlil.
Ia menjelaskan, pemerintah menetapkan batas minimum stok BBM nasional selama 18 hari. Sementara itu, kondisi aktual menunjukkan cadangan BBM nasional berada di kisaran 21 hari.
“Batas minimum stok BBM kita ditetapkan 18 hari dan saat ini kondisinya tidak ada kendala. Cadangan BBM nasional berada di kisaran 21 hari, sehingga masih berada di atas ambang minimum dan dipastikan aman,” katanya.
Dari sisi produksi, operasional kilang minyak dalam negeri dinilai mampu menopang kebutuhan energi selama periode lonjakan konsumsi. Kilang Balikpapan disebut telah beroperasi secara optimal untuk memenuhi pasokan BBM dengan spesifikasi tertentu.
“Saat ini industri sudah kembali beroperasi dan pasokan dari kilang Balikpapan dinilai mencukupi, khususnya untuk jenis C48. Namun, untuk solar berkualitas tinggi seperti C51 serta beberapa spesifikasi lainnya, kita masih harus melakukan impor,” terang Bahlil.
Pemerintah juga memastikan ketersediaan bensin nonsubsidi, seperti RON 92, RON 95, dan RON 98, dalam kondisi aman.
“Untuk bensin nonsubsidi seperti RON 92, RON 95, dan RON 98, stoknya juga berada di kisaran 18 hari. Dengan demikian, tidak ada kendala pasokan,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, mengatakan pengawasan dilakukan secara ketat untuk menjaga ketahanan energi nasional.
“Karena jarak antara perayaan Natal hingga Lebaran sangat berdekatan, maka stok BBM benar-benar kami jaga agar tetap aman dan mencukupi,” ujarnya.
Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga turut melakukan berbagai langkah antisipatif, termasuk peningkatan produksi kilang dan penambahan impor sesuai kuota. Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyebutkan bahwa stok nasional saat ini berada di angka 20,2 hari dan terus ditingkatkan.
“Per hari ini, stok ada di 20,2 hari secara nasional, akan terus kami tingkatkan,” katanya, seraya menambahkan bahwa ketahanan stok ditargetkan mencapai 22 hingga 23 hari.




