Pertanian Berkelanjutan, Jalan Tenang Menguatkan Swasembada Pangan

*) Oleh : Febriananta Anita

Pertanian berkelanjutan menjadi salah satu pendekatan strategis dalam memperkuat swasembada pangan nasional. Di tengah tantangan pertumbuhan penduduk, keterbatasan lahan, serta tekanan perubahan iklim, sektor pertanian dituntut tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Pertanian berkelanjutan hadir sebagai jalan yang menekankan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, sehingga upaya pemenuhan kebutuhan pangan saat ini tidak mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.

Pendekatan pertanian berkelanjutan menitikberatkan pada pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana dan efisien. Tanah, air, dan keanekaragaman hayati diperlakukan sebagai modal utama yang harus dijaga kualitas dan ketersediaannya. Praktik seperti pemupukan berimbang, penggunaan bahan organik, serta pengendalian hama terpadu bertujuan untuk menjaga kesuburan tanah dan menekan degradasi lingkungan. Dengan demikian, produktivitas pertanian dapat dipertahankan dalam jangka panjang tanpa ketergantungan berlebihan pada input kimia.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman pertanian berkelanjutan memperkuat peran petani sebagai pelaku utama pembangunan pangan. Pengetahuan lokal yang telah berkembang secara turun-temurun, seperti pola tanam bergilir dan tumpangsari, menjadi bagian penting dari sistem pertanian yang adaptif. Ketika kearifan lokal tersebut dipadukan dengan inovasi teknologi yang sesuai kebutuhan lapangan, efisiensi produksi dapat meningkat tanpa menghilangkan karakteristik sosial dan budaya pertanian di daerah. Hal ini sekaligus mendorong kemandirian petani dalam mengelola usahanya.

Ketahanan pertanian terhadap perubahan iklim merupakan salah satu keunggulan utama dari pendekatan berkelanjutan. Melalui pemilihan varietas tanaman yang sesuai dengan kondisi agroklimat setempat, pengelolaan air yang efisien, serta penerapan teknologi ramah lingkungan, risiko gagal panen dapat diminimalkan. Sistem pertanian yang adaptif mampu merespons dinamika cuaca ekstrem secara lebih baik, sehingga stabilitas produksi pangan dapat terjaga dan fluktuasi pasokan dapat ditekan.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mengatakan dari sisi ekonomi, pertanian berkelanjutan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani. Penggunaan input lokal dan pengurangan ketergantungan pada bahan produksi impor berkontribusi terhadap efisiensi biaya usaha tani. Di saat yang sama, produk pertanian yang dihasilkan melalui praktik berkelanjutan memiliki nilai tambah, baik dari segi kualitas maupun daya saing pasar. Kondisi ini membuka peluang peningkatan pendapatan petani sekaligus memperkuat basis ekonomi perdesaan.

Dalam konteks swasembada pangan, pertanian berkelanjutan berperan sebagai fondasi yang memperkuat kemandirian nasional. Produksi pangan yang stabil dan berkelanjutan akan mengurangi ketergantungan terhadap impor serta meningkatkan ketahanan pangan di tingkat nasional dan daerah. Lebih jauh, sistem pertanian yang tangguh terhadap tekanan global, seperti krisis pangan dan gangguan rantai pasok, menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi nasional.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pertanian berkelanjutan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat kemandirian bangsa. Menurut Presiden, produksi pangan yang stabil dan berkesinambungan adalah kunci untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor serta memastikan kebutuhan pangan rakyat terpenuhi dari hasil kerja petani dalam negeri. Presiden juga menekankan bahwa Indonesia harus memiliki sistem pertanian yang kuat dan tahan terhadap berbagai tekanan global, termasuk krisis pangan dan gangguan rantai pasok, agar stabilitas nasional tetap terjaga.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa ketahanan pangan yang dibangun melalui pertanian berkelanjutan akan berdampak langsung pada stabilitas sosial dan ekonomi nasional. Dengan terpenuhinya kebutuhan pangan dari dalam negeri, gejolak harga dan tekanan inflasi dapat dikendalikan, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. Presiden menegaskan bahwa kemandirian pangan bukan sekadar target produksi, melainkan bagian dari strategi besar menjaga kedaulatan bangsa, melindungi kesejahteraan rakyat, dan memastikan Indonesia berdiri tegak menghadapi dinamika global.

Keberhasilan penerapan pertanian berkelanjutan memerlukan dukungan kebijakan yang konsisten dan terintegrasi. Pemerintah memiliki peran penting dalam menyediakan regulasi yang mendukung, memperkuat layanan penyuluhan, serta memastikan akses petani terhadap pembiayaan, teknologi, dan pasar. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat menjadi prasyarat agar praktik pertanian berkelanjutan dapat diterapkan secara luas dan berkelanjutan di berbagai wilayah.

Pada akhirnya, pertanian berkelanjutan merupakan jalan yang tenang namun pasti dalam menguatkan swasembada pangan Indonesia. Pendekatan ini tidak menjanjikan hasil instan, tetapi menawarkan keberlanjutan sebagai investasi jangka panjang bagi bangsa. Dengan mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab dan menempatkan petani sebagai aktor utama, Indonesia memiliki peluang besar untuk mewujudkan kemandirian pangan yang berdaya tahan, adil, dan berkelanjutan

*) Penulis merupakan Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia

  • Related Posts

    Kuota 30 Ribu Siswa dan Perluasan Akses Pendidikan melalui Sekolah Rakyat

    Oleh: Juana Syahril)* Pemerintah membawa kabar gembira bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu di seluruh Indonesia. Pada tahun 2026, program unggulan Sekolah Rakyat resmi membuka kuota bagi 30.000 siswa baru.…

    Teknologi Pertanian Berkelanjutan Dukung Penguatan Swasembada Pangan

    Jakarta — Pemerintah terus mendorong pemanfaatan teknologi pertanian berkelanjutan sebagai strategi utama dalam mencapai target swasembada pangan nasional. Upaya tersebut terlihat dari sinergi antara pengembangan inovasi di perguruan tinggi dan…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *