Pemerintah Pastikan Ekonomi Tetap Stabil di Tengah Konflik Global

Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa perekonomian Indonesia tetap berada dalam kondisi stabil meski dihadapkan pada dinamika global dan eskalasi konflik geopolitik yang memicu ketidakpastian.

Fundamental ekonomi yang kuat dinilai menjadi penopang utama dalam menjaga ketahanan nasional di tengah tekanan eksternal.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan bahwa kondisi dalam negeri tetap terkendali, termasuk ketersediaan energi.

Ia menyampaikan bahwa langkah pemerintah merupakan tindak lanjut arahan Presiden dalam mengantisipasi gejolak global sekaligus menjaga iklim investasi.

“Indonesia menunjukkan diri sebagai negara yang adaptif, resilien, dan tangguh. Situasi ini bukan hambatan, melainkan momentum untuk akselerasi perubahan menuju sistem yang lebih modern dan efisien,” ujar Airlangga.

Airlangga juga menekankan bahwa stabilitas fiskal yang terjaga memberi ruang bagi pemerintah untuk menjalankan kebijakan produktif.

Pemerintah saat ini tengah menyiapkan transformasi budaya kerja nasional serta kebijakan sektor energi guna memperkuat ketahanan ekonomi.

“Bapak Presiden, khususnya dalam mitigasi dan antisipasi perkembangan dan dinamika global, dan memanfaatkan momentum ini untuk melakukan transformasi dan kebijakan ini disebut dengan 8 butir transformasi budaya kerja nasional, dan nanti ditambah dengan kebijakan energi,” jelasnya.

Di sisi lain, sektor manufaktur nasional menunjukkan ketahanan yang solid. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan bahwa Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia berdasarkan data terbaru berada di level 50,1, yang masih mencerminkan fase ekspansi.

“Kami kaget sekaligus bersyukur bahwa di tengah kondisi yang super berat, baik dari sisi global maupun domestik, rata-rata PMI manufaktur Indonesia masih di atas angka 50. Ini menunjukkan resiliensi yang kuat dari sektor manufaktur tanah air,” ujarnya.

Agus menambahkan bahwa permintaan domestik tetap menjadi penopang utama industri nasional.

“Fundamental industri kita masih kuat. Permintaan dalam negeri tetap menjadi penopang utama, sehingga mampu menahan tekanan eksternal yang cukup besar,” katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan bahwa stabilitas makroekonomi Indonesia tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat solid, inflasi terkendali, serta konsumsi domestik tetap kuat.

“Kami menghormati berbagai pandangan dari masyarakat, perlu kami tambahkan bahwa pemerintah memastikan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini tetap kuat dan resilian,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus menjaga stabilitas melalui kebijakan yang adaptif.

  • Related Posts

    Aspirasi Daerah Diserap, Matangkan RUU Perampasan Aset

    Jakarta- Pemerintah bersama DPR terus mematangkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset melalui pendekatan yang mengedepankan partisipasi publik dan penyerapan aspirasi dari berbagai daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya…

    RUU Perampasan Aset Dipastikan Dibahas Terbuka dan Libatkan Publik

    JAKARTA – Pembahasan RUU Perampasan Aset memasuki tahap penting dengan komitmen DPR RI untuk mengedepankan proses yang terbuka, partisipatif, dan akuntabel. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dan DPR dalam memperkuat…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *