Tekanan Global Tak Goyahkan Komitmen Pemerintah Jaga Rupiah

Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global yang masih berlangsung. Di tengah dinamika pasar keuangan internasional, langkah-langkah strategis terus ditempuh melalui koordinasi lintas sektor guna memastikan fundamental ekonomi nasional tetap kuat.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan bahwa stabilitas ekonomi, termasuk nilai tukar rupiah, menjadi prioritas utama pemerintah dalam menjaga kepercayaan publik dan dunia usaha. Ia menekankan pentingnya kesiapan menghadapi gejolak global dengan kebijakan yang terukur. “Kita harus memastikan ekonomi nasional tetap stabil dan kuat, termasuk menjaga nilai rupiah agar tetap terkendali,” ujarnya.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa sinergi antar lembaga menjadi kunci dalam merespons tekanan global secara efektif. “Kolaborasi yang kuat antar lembaga akan memastikan setiap kebijakan berjalan optimal dan tepat sasaran,” tegasnya.

Sementara itu, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tercatat melemah pada Kamis (9/4/2026). Mata uang Garuda dibuka di level Rp17.038 per dolar AS atau melemah 0,16% dibanding penutupan sebelumnya. Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi tersebut masih dalam koridor yang telah diperhitungkan.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menegaskan bahwa level nilai tukar saat ini sudah masuk dalam asumsi pemerintah. “Itu sudah masuk dalam pertimbangan kita, kita tidak masalah,” kata Febrio.

Ia juga memastikan bahwa dampak pelemahan rupiah terhadap belanja negara akan dihitung secara cermat. “Kita pasti akan hitung dampaknya terhadap harga-harga yang kita asumsikan dalam belanja itu sudah masuk,” katanya.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat bauran kebijakan fiskal guna menjaga stabilitas makroekonomi. Menurutnya, pengelolaan anggaran dilakukan secara hati-hati namun tetap mendorong pertumbuhan. “Kami memastikan kebijakan fiskal tetap kredibel dan mampu menjaga stabilitas ekonomi, termasuk nilai tukar rupiah,” ujarnya.

Dengan koordinasi yang solid dan kebijakan yang adaptif, pemerintah optimistis stabilitas rupiah tetap terjaga di tengah tekanan global.***

  • Related Posts

    Skema Pendanaan Koperasi Merah Putih Disempurnakan untuk Efektivitas Program

    Jakarta – Pemerintah memastikan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berjalan semakin efektif, akuntabel, dan berdampak langsung bagi masyarakat desa melalui penyempurnaan PMK Nomor 15 Tahun 2026 sebagai wujud keberpihakan pada…

    Skema Baru Pendanaan Koperasi Merah Putih Bangun Optimisme Masyarakat

    Jakarta – Kementerian Keuangan resmi menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 Tahun 2026 yang mengatur skema baru pendanaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *