Di Tengah Dampak Global, Kinerja Investasi Danantara Tetap Terjaga

Jakarta – Di tengah tekanan ekonomi global yang masih dibayangi volatilitas geopolitik, fragmentasi rantai pasok, dan ketidakpastian arah suku bunga dunia, kinerja investasi Indonesia menunjukkan daya tahan yang tetap solid.

Optimisme itu tercermin dari proyeksi realisasi investasi nasional pada kuartal I 2026 yang diperkirakan menembus Rp497 triliun, tumbuh sekitar 7 persen secara tahunan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa angka tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan investor yang tetap tinggi terhadap prospek ekonomi Indonesia.

“Realisasi pada triwulan pertama ini kami bisa capai yaitu sebesar Rp497 triliun, yang berarti tumbuh 7 persen secara tahunan,” ujarnya.

Pernyataan ini menjadi penanda bahwa strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas makro, kepastian regulasi, dan akselerasi hilirisasi mulai memberikan hasil nyata.

Rosan juga menekankan bahwa kualitas investasi yang masuk semakin kuat karena berdampak langsung pada sektor riil.

“Dengan realisasi tersebut, jumlah tenaga kerja yang telah diserap mencapai 627.036 orang,” tambahnya.

Penyerapan tenaga kerja yang terus meningkat menunjukkan bahwa arus modal yang masuk tidak hanya berhenti pada angka statistik, tetapi benar-benar menggerakkan industri, memperluas aktivitas produksi, dan menjaga daya beli masyarakat di tengah situasi global yang penuh tantangan.

Sementara itu, Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, menilai capaian investasi awal tahun ini menunjukkan efektivitas koordinasi pemerintah dalam menjaga iklim usaha tetap kondusif.

Menurutnya, reformasi perizinan, hilirisasi, dan penguatan peran Danantara menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan investasi, terutama di sektor energi dan industri bernilai tambah.

“Dari paparan yang kami terima, kondisi BBM kita aman. Lifting migas juga masih berada dalam jalur target, dan dari sisi hilir, pengawasan distribusi berjalan baik tanpa kendala berarti. Jika terdapat penyelewengan, telah dilakukan tindakan tegas oleh pihak terkait,” jelas Bambang.

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa Danantara tetap fokus pada sektor-sektor yang tahan terhadap gejolak global dan memiliki multiplier effect besar bagi ekonomi nasional.

“Fokus kami adalah memastikan setiap proyek tidak hanya bankable, tetapi benar-benar memberikan nilai tambah bagi ekonomi Indonesia,” ucapnya.

Pandu menambahkan bahwa sektor energi, digital, infrastruktur, dan hilirisasi tetap menjadi prioritas utama karena memiliki daya tahan tinggi di tengah ketidakpastian global.

Menurutnya, disiplin tata kelola, mitigasi risiko, dan ketepatan eksekusi menjadi kunci agar Danantara mampu menjaga imbal hasil sekaligus mendukung transformasi ekonomi nasional.***

  • Related Posts

    Mengapresiasi Pembenahan Tata Kelola MBG untuk Pelayanan yang Lebih Baik

    Oleh: Rachmat Hidayat* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berkembang menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Seiring dengan semakin luasnya cakupan penerima manfaat…

    Peningkatan Kualitas MBG sebagai Investasi Gizi dan Pendidikan Karakter Anak Indonesia

    Oleh Yulianti )* Upaya Badan Gizi Nasional (BGN) meningkatkan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui uji coba sistem prasmanan patut diapresiasi. Langkah ini menunjukkan bahwa pelaksanaan MBG tidak berhenti…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *