Koperasi Desa Mendorong Produk Lokal Menjadi Kekuatan Baru Ekonomi Kerakyatan

JAKARTA – Peluncuran ribuan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus membuka ruang lebih besar bagi produk lokal untuk berkembang sebagai kekuatan baru perekonomian nasional. Kehadiran koperasi ini diyakini akan memperluas akses pasar bagi hasil produksi masyarakat desa, mulai dari sektor pertanian, kerajinan, hingga kuliner.

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menegaskan bahwa keberadaan KDKMP akan memperkuat tata kelola pembangunan desa, termasuk mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis masyarakat.

“Selamat atas peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk. Inisiatif ini sangat penting untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa, membuka peluang usaha, dan mendukung tumbuhnya UMKM di daerah,” ujarnya.

Ia menilai sinergi antara koperasi desa dan desa wisata dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal.

Menurutnya, keduanya sama-sama bertumpu pada partisipasi masyarakat dan memberikan manfaat langsung kepada warga.

“Pengembangan desa wisata yang ditopang dengan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat mendukung Asta Cita Presiden, khususnya dalam membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan,” katanya.

Dari 1.061 koperasi yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto, sebanyak 30 koperasi telah terhubung dengan jejaring desa wisata nasional. Salah satu contohnya adalah Desa Wisata Tamanmartani yang menjadi percontohan nasional dan aktif menjadi agregator pemasaran produk UMKM lokal kepada wisatawan.

Seemnentara itu, Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, memastikan koperasi yang mulai beroperasi di Jawa Timur dan Jawa Tengah siap menjadi penyerap utama produk masyarakat desa.

“KDKMP yang sudah beroperasi dipastikan akan menjadi offtaker dari berbagai produk masyarakat desa, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, kerajinan, hingga kuliner,” ujarnya.

Ia menjelaskan operasionalisasi 1.061 koperasi ini merupakan tahap awal dari pembangunan nasional yang saat ini telah mendekati 9.200 unit.

“Ini merupakan awal dari KDKMP yang pembangunannya sudah hampir 100 persen untuk sekitar 9.200 unit,” katanya.

Pemerintah menargetkan jumlah koperasi yang beroperasi terus bertambah hingga puluhan ribu unit pada 2026.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyatakan optimisme bahwa target operasional 30.000 unit dapat tercapai melalui dukungan pembangunan sarana koperasi bersama TNI.

Dengan penguatan koperasi desa, produk lokal diharapkan tidak hanya bertahan di pasar regional, tetapi juga tumbuh sebagai fondasi baru ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.

  • Related Posts

    Ekonomi Indonesia Memiliki Fondasi yang Jauh Lebih Kuat dari Era Krisis 98

    Oleh: Nadira Citra Maheswari)* Dinamika ekonomi global yang terus bergerak cepat kerap memunculkan kekhawatiran mengenai kemungkinan terulangnya krisis ekonomi seperti tahun 1998. Pelemahan nilai tukar rupiah, gejolak pasar keuangan internasional,…

    Situasi Ekonomi Saat Ini Tidak Dapat Disamakan dengan Krisis 1998

    Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Dinamika nilai tukar rupiah yang mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir kembali memunculkan kekhawatiran di ruang publik. Sebagian kalangan bahkan mulai mengaitkan pelemahan mata uang nasional…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *