Kedaulatan Pangan Diperkuat lewat Optimasi Lahan dan Larangan Alih Fungsi Sawah

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat fondasi kedaulatan pangan nasional melalui percepatan optimasi lahan pertanian serta pengendalian alih fungsi lahan sawah produktif.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan dinamika geopolitik global.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga lahan sawah agar tetap berfungsi sebagai penyangga utama ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, perlindungan lahan produktif merupakan investasi strategis untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

“Pemerintah telah memutuskan agar lahan sawah yang telah ditetapkan sebagai lahan dilindungi tidak dialihfungsikan untuk kepentingan lain. Langkah ini penting untuk menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan nasional dalam jangka panjang,” ujar Zulkifli Hasan.

Senada dengan itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid, mengatakan bahwa pemerintah telah menyusun peta jalan penetapan Lahan Sawah yang Dilindungi secara bertahap di seluruh Indonesia.

Kebijakan tersebut memastikan mayoritas lahan baku sawah tetap terlindungi dari alih fungsi yang tidak sesuai dengan kepentingan pangan nasional.

“Lahan Sawah yang Dilindungi tidak boleh dialihfungsikan untuk kepentingan apa pun. Penetapan dilakukan secara bertahap hingga seluruh wilayah memiliki kepastian perlindungan lahan pertanian yang kuat,” kata Nusron Wahid.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan perlindungan lahan sawah harus berjalan seiring dengan percepatan program optimasi lahan, intensifikasi pertanian, dan modernisasi sektor pertanian.

“Optimasi lahan merupakan salah satu kunci menuju swasembada pangan. Dengan dukungan mekanisasi, benih unggul, irigasi yang semakin baik, serta perlindungan lahan sawah dari alih fungsi, produksi pangan nasional akan terus meningkat dan kesejahteraan petani dapat semakin terangkat,” ujar Amran.

Melalui sinergi antara perlindungan lahan pertanian dan optimalisasi pemanfaatan lahan yang ada, pemerintah optimistis kedaulatan pangan Indonesia akan semakin kokoh.

Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, akademisi, dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional berbasis sektor pertanian.

  • Related Posts

    Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Komdigi Dorong Ekonomi Digital Beri Nilai Tambah bagi Masyarakat

    JAKARTA – Memasuki dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, pemerintah terus mendorong pembangunan ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Salah satu fokusnya adalah memastikan perkembangan teknologi dan konektivitas tidak hanya…

    Dua Tahun Prabowo-Gibran, Transformasi Digital Buka Peluang Ekonomi bagi Masyarakat

    Jakarta,- Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pemerintah terus mendorong pemanfaatan teknologi dan konektivitas sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan. Meski periode pemerintahan…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *