Sejumlah Tokoh Ajak Masyarakat Agar Tetap Jaga Kondusifitas

Jakarta – Situasi nasional sempat memanas akibat gelombang demonstrasi pasca meninggalnya driver ojek online, Affan Kurniawan, menjadi perhatian sejumlah tokoh nasional dan daerah. Masyarakat diminta untuk menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi oleh ajakan aksi anarkis, karena tindakan tersebut hanya akan membawa kerugian dan perpecahan.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyatakan, menyampaikan aspirasi adalah hak setiap warga negara. Namun, demonstrasi dilakukan secara damai dan tidak disertai perusakan. Kepada penyuluh agama, penceramah, kyai, ustadz, hingga pimpinan perguruan tinggi keagamaan, agar selalu menyampaikan pesan persatuan dan kesatuan bangsa dalam setiap kesempatan.

“Saya mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan pesan yang menjernihkan dan menyejukkan demi terus terjaganya kohesivitas sosial. Pesan yang menenangkan agar umat tidak terprovokasi,” ujarnya.

Senada, Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Masduki Baidlowi mengungkapkan aksi demo yang menimbulkan kerusuhan akan berpengaruh pada aktivitas masyarakat menengah ke bawah yang masih harus mencari nafkah.

“Bagi masyarakat bawah, mencari nafkah itu penting, jadi demo tolong dihentikan, jangan sampai menimbulkan anarki dan kerusakan, itu imbauan dari MUI,” kata Masduki.

Sementara itu , Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar minta masyarakat menahan diri, tak mudah terpancing kabar provokatif. Jangan sampai ada lagi korban nyawa dan jaga persaudaraan.

“Mari jaga diri, jangan mudah terprovokasi. Jaga persatuan, tidak terjebak dalam isu yang bisa memecah belah bangsa,” ujarnya.

Di tempat lain, Ketua DPD KNPI Kota Kediri, Munjidul Ibad, mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terprovokasi dalam menghadapi dinamika politik nasional.

“Mari kita sikapi dengan fikiran jernih dan dingin. Jangan mudah terpengaruh dengan ajakan yang bisa menjadikan stabilitas dan kondusifitas terganggu,” ucap Munjidul.

Ketua Forum Masyarakat Cintai Damai Kota Kediri Akson Nul Huda menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan agar menjadi aman serta kondusif terlepas dari musibah mau pun tragedi.

“Semua elemen ikut berpartisipasi memberikan sosialisasi keamanan dan kenyamanan juga mendukung pergerakan untuk keadilan dan sistem yang dituntut oleh seluruh lapisan masyarakat bukan hanya ojek online saja,” tuturnya.

  • Related Posts

    PP TUNAS Diperkuat, Pendidik Tekankan Etika Digital demi Pendidikan Bermutu Anak

    Jakarta — Penguatan implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS) semakin menjadi perhatian dalam upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, sehat, dan berkualitas…

    Akademisi dan Satuan Pendidikan Dukung PP TUNAS untuk Wujudkan Pendidikan Bermutu

    Jakarta — Kalangan akademisi dan satuan pendidikan mendukung kuat penerapan kebijakan pemerintah untuk membatasi akses media sosial (medsos) bagi anak di bawah umur 16 tahun melalui Peraturan Pemerintah No. 17…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *