Pemerintah Percepat Pembangunan 1.046 Hunian Sementara di Aceh Timur untuk Korban Banjir

Jakarta – Pemerintah terus mempercepat pembangunan sebanyak 1.046 unit hunian sementara (huntara) di Kabupaten Aceh Timur sebagai bagian dari tahapan pemulihan bagi masyarakat terdampak banjir. Percepatan ini dilakukan untuk memastikan warga segera keluar dari pengungsian dan dapat menempati tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan mendukung pemulihan kehidupan sosial serta ekonomi keluarga.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa penyediaan hunian sementara merupakan prioritas utama dalam penanganan pascabencana, karena menyangkut perlindungan dan martabat warga negara. Presiden menekankan bahwa negara harus hadir secara nyata dengan solusi cepat dan terukur agar masyarakat terdampak tidak berlama-lama hidup dalam kondisi darurat.

“Pemerintah tidak boleh membiarkan rakyat terlalu lama di pengungsian. Hunian sementara harus segera disiapkan agar masyarakat bisa mulai kembali menata kehidupannya,” tegas Presiden Prabowo Subianto.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama kementerian terkait dan pemerintah daerah mengintensifkan pembangunan huntara di Aceh Timur. Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan standar teknis kebencanaan, ketersediaan air bersih, sanitasi, serta akses terhadap fasilitas umum agar hunian dapat segera ditempati dan berfungsi optimal.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyampaikan bahwa percepatan pembangunan 1.046 huntara di Aceh Timur menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran.

Ia menjelaskan bahwa BNPB melakukan koordinasi lintas sektor dan pengawasan langsung di lapangan guna memastikan target penyelesaian dapat tercapai sesuai rencana.

“Kami memastikan pembangunan hunian sementara berjalan sesuai standar dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak banjir,” ujarnya.

Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan hunian sementara merupakan fondasi awal menuju pemulihan yang lebih menyeluruh, termasuk pembangunan hunian tetap dan pemulihan ekonomi masyarakat.

Melalui langkah percepatan ini, negara menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi warganya dan memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan secara berkelanjutan dan berkeadilan.

  • Related Posts

    Tindakan Prematur OPM Bunuh Pilot dan Bakar Pesawat Sengsarakan Rakyat Papua

    Oleh: Yulius Komaleng (* Setiap tindakan yang menghilangkan nyawa manusia adalah luka bagi seluruh masyarakat Papua. Peristiwa penembakan pilot dan pembakaran pesawat AMA Air di Yahukimo oleh organisasi terlarang OPM…

    Kutuk Penembakan Pilot dan Pembakaran Pesawat oleh OPM, Uskup Jayapura: Tindakan Biadab dan Tidak Berperikemanusiaan

    JAYAPURA – Aksi penembakan terhadap pilot pesawat AMA Air serta pembakaran pesawat misi kemanusiaan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, mendapat kecaman keras dari berbagai kalangan. Peristiwa tersebut dinilai bukan hanya…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *