CKG Diperkuat dengan Deteksi Kusta di Faskes Dasar

Jakarta – Pemerintah memperkuat deteksi dini kusta melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di fasilitas kesehatan dasar sebagai bagian dari upaya mempercepat eliminasi kusta di Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan penemuan kasus secara dini sehingga pengobatan dapat segera diberikan dan penularan dapat dicegah.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa kusta selama ini sering dikaitkan dengan stigma sosial, padahal penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri dan dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tersedia..

“Kusta ini sering diasosiasikan dengan negara miskin karena sejak ribuan tahun lalu penyakit ini tidak bisa dijelaskan secara ilmiah sehingga muncul berbagai stigma. Padahal sekarang kita sudah tahu penyebabnya adalah bakteri dan obatnya sudah tersedia,” ujarnya.

Menurut Menkes, stigma terhadap kusta masih menjadi salah satu hambatan dalam penanganan penyakit tersebut. Padahal, deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan dan mencegah penularan.

Ia juga menegaskan bahwa meningkatnya temuan kasus menunjukkan sistem deteksi berjalan efektif dan mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

“Strateginya jelas: temukan sebanyak-banyaknya, obati sampai selesai, dan berikan pencegahan kepada kontak erat pasien. Dengan cara ini penularan bisa dihentikan,” ujar Menkes Budi.

Untuk mendukung strategi tersebut, Kementerian Kesehatan memperkuat layanan skrining melalui program CKG yang dilaksanakan di fasilitas kesehatan dasar. Program ini menjadi instrumen penting untuk menemukan kasus lebih awal sehingga pasien dapat segera memperoleh pengobatan dan mencegah terjadinya komplikasi maupun penularan lanjutan.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Lucia Rizka Andalusia, mengatakan bahwa penguatan CKG dilakukan berdasarkan pola penyakit yang ditemukan di masyarakat sehingga layanan pemeriksaan dapat semakin tepat sasaran.

“Ada beberapa penambahan pemeriksaan yang dilakukan berdasarkan pola penyakit yang ada dan juga temuannya. Karena itu, ada penambahan pemeriksaan untuk scabies, kusta, dan frambusia,” kata Lucia.

Penambahan pemeriksaan tersebut memperkuat layanan kesehatan primer dalam mendeteksi kusta lebih dini sehingga pengobatan dapat segera diberikan dan penularan dapat dicegah.

Melalui penguatan CKG, perluasan skrining, dan edukasi masyarakat, pemerintah optimistis target eliminasi kusta dapat tercapai. Dukungan masyarakat dalam menghapus stigma dan melakukan pemeriksaan dini menjadi kunci memutus rantai penularan.

  • Related Posts

    Pemerintah Dorong Hilirisasi Riset Tahap II untuk Percepat Inovasi Siap Industri

    JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi meluncurkan Program Hilirisasi dan Kemitraan Tahap II Tahun 2026. Langkah ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah mendorong perguruan tinggi mempercepat…

    Hilirisasi Riset 2026 Diperkuat untuk Ketahanan Energi, Kesehatan, dan Pangan

    JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat hilirisasi hasil riset sebagai bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan ketahanan energi, kesehatan, dan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi. Pada 2026, penguatan ekosistem…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *