Kerap Timbulkan Keresahan, Masyarakat Tolak Provokasi KNPB

PAPUA — Tokoh masyarakat adat Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Karmin Yikwa, mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berbagai ajakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan keharmonisan sosial. Imbauan tersebut disampaikan menyusul penilaian bahwa aktivitas Komite Nasional Papua Barat (KNPB) kerap menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Karmin menegaskan, masyarakat adat Papua memiliki kepentingan yang sama untuk menjaga keamanan dan kedamaian di lingkungan masing-masing. Menurut dia, situasi yang kondusif menjadi salah satu prasyarat penting agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik serta mendukung keberlanjutan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan.

“Aspirasi yang dibawa KNPB tidak mencerminkan keinginan seluruh masyarakat adat Papua, khususnya di wilayah Tolikara. Masyarakat adat lebih menginginkan situasi yang aman dan kondusif agar roda pembangunan dapat berjalan tanpa gangguan,” ungkap Karmin.

Ia mengatakan, munculnya provokasi dan ketegangan di tengah masyarakat justru dapat memberikan dampak negatif terhadap kehidupan sosial. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah menerima informasi maupun ajakan yang dapat memperbesar perbedaan dan memicu konflik horizontal.

Karmin juga mengingatkan pentingnya mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal, persaudaraan, serta sikap saling menghormati yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Papua. Menurutnya, kedamaian merupakan modal sosial yang harus dijaga bersama agar berbagai program pembangunan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Stabilitas keamanan merupakan aset paling berharga untuk menjamin kesejahteraan masa depan anak cucu di Tolikara,” tegas Karmin.

Secara khusus, Karmin mengajak generasi muda Papua agar tidak mudah terpengaruh oleh propaganda maupun ajakan kelompok yang memiliki agenda tertentu. Ia mendorong generasi muda menyalurkan aspirasi melalui pendidikan, dialog, dan kegiatan konstruktif yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi daerah.

Menurut Karmin, masa depan Papua membutuhkan kolaborasi dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat. Perbedaan pandangan, kata dia, sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka dan damai, bukan melalui tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan.

“Masyarakat adat menginginkan situasi yang aman, damai, serta kondusif agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat,” ujar Karmin.

  • Related Posts

    Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi

    Oleh Arga Septian )* Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sektor pangan menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian publik. Bukan semata karena…

    Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi

    Oleh: Arief Nugroho* Masyarakat perlu melihat berbagai persoalan hak asasi manusia secara jernih dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi memperbesar ketegangan di tengah…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *