Oleh : Elias Mote )*
Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua terus menunjukkan perkembangan yang semakin positif melalui keterlibatan aktif masyarakat adat dalam berbagai program pembangunan. Pemerintah tidak hanya menempatkan masyarakat sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai bagian penting dalam pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan. Pendekatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memastikan pembangunan di Papua berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat serta menghormati nilai sosial dan budaya lokal.
Di Kabupaten Nabire, keterlibatan masyarakat adat dalam pelaksanaan PSN mulai memperlihatkan dampak nyata terhadap penguatan ekonomi rakyat dan ketahanan pangan. Pemerintah memahami bahwa masyarakat adat memiliki peran sentral dalam kehidupan sosial Papua sehingga pelibatan tokoh adat menjadi bagian penting dalam memperkuat keberhasilan program pembangunan.
PSN yang dijalankan pemerintah di Papua tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat. Karena itu, berbagai bantuan usaha produktif, pengembangan peternakan, budidaya perikanan, hingga dukungan alat pertanian diberikan secara langsung kepada masyarakat dengan melibatkan lembaga adat sebagai penghubung utama di lapangan.
Pendekatan pembangunan yang melibatkan masyarakat adat terbukti mampu menciptakan hubungan yang lebih harmonis antara pemerintah dan masyarakat. Program yang dijalankan menjadi lebih mudah diterima karena tokoh adat memiliki kedekatan sosial yang kuat dengan warga. Kondisi tersebut membuat pelaksanaan PSN di Papua berjalan lebih efektif sekaligus mampu menjangkau kebutuhan masyarakat hingga tingkat bawah.
Ketua Lembaga Masyarakat Adat Kabupaten Nabire, Karel Misiro, menilai bantuan pemerintah pusat yang diberikan kepada masyarakat adat sangat membantu dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan ekonomi keluarga. Bantuan berupa kios usaha, pembangunan kolam ikan, serta renovasi fasilitas dinilai memberikan manfaat nyata karena langsung digunakan untuk kegiatan usaha produktif masyarakat.
Menurutnya, dukungan pemerintah tersebut menjadi bukti bahwa negara hadir untuk membantu masyarakat adat agar lebih mandiri secara ekonomi. Kehadiran bantuan produktif juga dinilai mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas.
Pelaksanaan PSN di Nabire juga terlihat dari berkembangnya sektor peternakan yang dijalankan masyarakat asli Papua. Pelaku UMKM peternak ayam petelur, Kuryana Ramande, menjadi salah satu contoh keberhasilan masyarakat lokal dalam memanfaatkan peluang ekonomi yang tumbuh melalui program pemerintah. Usaha yang dirintis sejak membantu keluarga pada 2022 kemudian berkembang menjadi usaha mandiri pada 2024 setelah melihat tingginya kebutuhan pangan di daerah tersebut.
Perkembangan usaha tersebut tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Sejumlah warga asli Papua kini terlibat dalam pengelolaan peternakan, distribusi telur, hingga aktivitas usaha lainnya yang berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pasar.
Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah turut memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat di Nabire. Permintaan telur yang meningkat untuk memenuhi kebutuhan dapur penyedia makanan bergizi menciptakan peluang usaha baru bagi peternak lokal. Situasi tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah mampu menciptakan hubungan yang saling menguatkan antara program sosial dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Selain pengembangan peternakan ayam petelur, pemerintah juga memberikan bantuan pengembangan peternakan babi dan budidaya ikan kepada masyarakat adat. Bantuan berupa bibit ternak, renovasi kandang, pembangunan kolam ikan, serta alat pertanian menjadi langkah nyata pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat Papua.
Bantuan pemerintah sangat membantu masyarakat adat dalam menjalankan aktivitas ekonomi dan sosial. Bantuan yang diberikan tidak hanya digunakan untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga dimanfaatkan untuk membantu masyarakat sekitar yang membutuhkan dukungan ekonomi maupun sosial.
Budaya gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat Papua membuat manfaat bantuan pemerintah dapat dirasakan lebih luas. Hasil peternakan maupun usaha produktif lainnya kerap dimanfaatkan untuk membantu keluarga besar, kebutuhan masyarakat, hingga kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan sekitar. Nilai kebersamaan tersebut menjadi kekuatan penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan di Papua.
Bupati Nabire, Mesak Magai, menilai pelaksanaan PSN di daerahnya telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Program pembangunan yang dijalankan pemerintah dinilai berhasil membuka peluang usaha baru, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan partisipasi masyarakat adat dalam pembangunan daerah.
Sementara itu, Ketua Dewan Adat Meepago, Wolter Belau, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat Papua melalui berbagai bantuan usaha dan pemberdayaan ekonomi. Dukungan tersebut dinilai membantu masyarakat adat dalam membangun usaha mandiri sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Keberhasilan PSN di Papua menunjukkan bahwa pembangunan yang melibatkan masyarakat adat mampu menciptakan perubahan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Masyarakat adat kini tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, melainkan telah menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan itu sendiri.
Pemerintah melalui PSN berhasil membangun pendekatan pembangunan yang lebih humanis dengan menempatkan masyarakat adat sebagai mitra utama pembangunan. Pendekatan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus menciptakan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan lokal.
Melalui sinergi antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat, PSN di Papua kini menjadi simbol pembangunan yang berpihak kepada rakyat. Keterlibatan aktif masyarakat adat dalam pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan menunjukkan bahwa Papua memiliki kekuatan besar untuk tumbuh menjadi wilayah yang maju, mandiri, dan sejahtera.
)* Penulis merupakan Pengamat Sosial Kemasyarakatan di Papua



