Mitigasi Kemarau yang Terencana Menjaga Ketahanan Pangan Nasional

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026 guna menjaga produksi pangan nasional tetap stabil. Berbagai upaya dilakukan melalui penguatan infrastruktur air, penyediaan benih unggul, modernisasi pertanian, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah daerah.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Suwandi, menegaskan bahwa sektor pangan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan bangsa. Karena itu, pemerintah memastikan berbagai program penguatan produksi terus berjalan di tengah tantangan perubahan iklim.

“Pangan bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi kebutuhan strategis bangsa. Menjaga pangan berarti menjaga kedaulatan dan masa depan negara,” ujar Suwandi.

Ia menjelaskan bahwa sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, sektor pertanian menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan nasional, termasuk untuk mendukung swasembada pangan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan biofuel, dan hilirisasi pertanian.

Menurut Suwandi, Indonesia memasuki musim kemarau tahun ini dengan kesiapan yang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.

Berbagai program telah dijalankan, mulai dari optimalisasi lahan, cetak sawah, pembangunan irigasi perpompaan, hingga penyediaan benih unggul yang lebih tahan terhadap kondisi kekeringan.

Ia juga menegaskan bahwa kondisi iklim tahun ini berbeda dengan fenomena El Nino kuat yang terjadi pada 2015 dan 2023.

Berdasarkan data BMKG dan satelit NOAA, musim kemarau diperkirakan berlangsung dalam kondisi yang lebih terkendali.

“Karena itu, yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, bukan menimbulkan kekhawatiran berlebihan,” katanya.

Meski demikian, Kementan tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat periode Juli hingga September merupakan puncak musim kemarau.

Sejak awal tahun, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, telah menginstruksikan pemerintah daerah untuk memperkuat langkah mitigasi kekeringan melalui pemetaan wilayah rawan, perbaikan jaringan irigasi, normalisasi saluran air, serta optimalisasi embung dan waduk.

“Kita minta daerah melakukan pemetaan wilayah yang selama ini menjadi langganan kekeringan sehingga langkah-langkah penyelamatan bisa dilakukan lebih cepat dan lebih tepat,” ujar Suwandi.

Sementara itu, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengingatkan bahwa musim kemarau 2026 diperkirakan lebih kering dibandingkan kondisi normal. Menurutnya, Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino yang dapat memengaruhi curah hujan di berbagai wilayah.

“Kami telah menyampaikan sejak bulan Maret bahwa tahun ini akan terjadi fenomena El Nino. Kemudian pada tanggal 2 Juni kemarin, WMO juga telah merilis bahwa El Nino akan terjadi pada tahun 2026,” ujarnya.

  • Related Posts

    Utang Luar Negeri Indonesia Tetap Aman, Rasio terhadap PDB Stabil dan Terkendali

    Jakarta – Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada April 2026 tetap menunjukkan kondisi yang sehat dan terkendali. Di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, rasio utang terhadap…

    Pemerintah Pastikan Utang Indonesia Masih Aman

    Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa kondisi utang luar negeri (ULN) Indonesia masih dalam kategori aman dan terkendali meskipun mengalami peningkatan pada April 2026. Bank Indonesia (BI) menyatakan struktur utang nasional…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *