Pemerintah Pantau Erupsi Anak Krakatau, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

Pemerintah memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat menjadi prioritas utama dalam menghadapi aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) beserta potensi dampak erupsinya.

Presiden Prabowo Subianto terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik tersebut.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, mengatakan, pemantauan dilakukan berdasarkan data dan rekomendasi lembaga teknis yang berwenang.

“Bapak Presiden dan pemerintah memantau secara cermat perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau beserta setiap potensi dampaknya. Seluruh pemantauan dilakukan berdasarkan data dan rekomendasi lembaga teknis yang berwenang,” kata Qodari.

Qodari menegaskan pemerintah menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap langkah penanganan, termasuk mitigasi dampak erupsi dan penyesuaian aktivitas transportasi.

“Keselamatan dan keamanan masyarakat adalah prioritas utama Bapak Presiden dan pemerintah. Seluruh langkah penanganan, termasuk mitigasi terhadap dampak erupsi dan penyesuaian aktivitas transportasi sebagaimana tadi sudah disampaikan juga oleh Bapak Menteri Perhubungan, dilakukan dengan prinsip penuh kehati-hatian,” ujarnya.

Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan waspada selama abu vulkanik masih turun. Warga diminta menggunakan masker, mengenakan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan, serta menutup pintu dan jendela.

“Bapak Presiden dan pemerintah mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan waspada selama abu vulkanik masih turun,” kata Qodari.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengatakan, keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam penanganan dampak erupsi terhadap penerbangan.

“Keselamatan dan keamanan masyarakat menjadi prioritas pemerintah dalam menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang berpotensi mengganggu operasional transportasi, termasuk penerbangan di sejumlah wilayah,” kata Dudy.

Berdasarkan NOTAM A3348/26, Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara pada 6 September 2026 pukul 13.23–17.30 WIB akibat sebaran abu vulkanik. Sejumlah bandara lain juga mengalami penutupan sementara.

Gangguan tersebut berdampak pada sekitar 150.000 penumpang dan 467 penerbangan, terdiri atas 58 penerbangan internasional dan 409 penerbangan domestik.

Dudy menegaskan bandara tidak akan dipaksakan beroperasi apabila kondisi abu vulkanik masih membahayakan penerbangan.

“Apabila memang seperti tadi, masa sebaran masih banyak, kemudian paper test-nya masih positif, maka kami tidak akan memaksakan bandara tersebut dibuka atau pengoperasian pesawat dilakukan,” ujarnya.

Pemerintah juga meminta maskapai memberikan informasi secara cepat dan transparan, memenuhi hak penumpang, serta menyiapkan opsi pengalihan penerbangan ke sejumlah bandara lain.

“Kita akan membuka kalau memang kita jamin bahwa kondisi keselamatan itu sudah bisa kita ketahui dengan pasti,” tegas Dudy.

  • Related Posts

    Insentif Likuiditas Pacu Investasi dan Sektor UMKM Nasional

    Jakarta – Kebijakan insentif likuiditas yang diperkuat Bank Indonesia (BI) mulai September 2026 diarahkan untuk mendorong perbankan meningkatkan penyaluran kredit kepada sektor produktif, investasi, serta usaha mikro, kecil, dan menengah…

    Dorong Ekonomi Riil, Insentif Likuiditas Dialirkan Optimal ke Sektor UMKM

    Jakarta – Pemerintah bersama otoritas moneter terus mendorong agar likuiditas perbankan tidak berhenti sebagai dana yang tersedia di sistem keuangan, tetapi benar-benar mengalir menjadi pembiayaan bagi sektor riil dan usaha…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *