Pemerintah Perkuat Mitigasi Pelemahan Rupiah, Stabilitas Ekonomi Nasional Dijaga Ketat

JAKARTA — Pemerintah terus memperkuat langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Sejumlah kebijakan fiskal, moneter, hingga intervensi pasar disiapkan guna memastikan kondisi ekonomi nasional tetap terkendali dan daya beli masyarakat terjaga.

Nilai tukar rupiah pada perdagangan pekan ini berada di kisaran Rp17.500 per dolar Amerika Serikat. Meski menghadapi tekanan global akibat penguatan dolar AS dan ketidakpastian ekonomi dunia, pemerintah memastikan kondisi fiskal Indonesia tetap aman dan terkendali.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah telah mengantisipasi berbagai skenario pelemahan rupiah dalam penyusunan asumsi APBN 2026. Menurutnya, tekanan terhadap kurs saat ini masih berada dalam batas yang dapat dikelola.

“Pada waktu kita hitung itu, kita simulasinya sudah di atas asumsi APBN rupiahnya, tidak jauh dengan kondisi sekarang. Jadi APBN masih relatif aman,” ujar Purbaya di Jakarta.

Pemerintah juga akan membantu penguatan rupiah melalui intervensi di pasar surat berharga menggunakan skema Bond Stabilization Fund (BSF). Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas pasar keuangan sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia.

Selain itu, koordinasi erat terus dilakukan bersama Bank Indonesia dalam menjaga kestabilan nilai tukar dan arus modal. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa otoritas moneter menjalankan strategi stabilisasi secara menyeluruh dan terukur. Menurutnya, posisi cadangan devisa Indonesia tetap kuat dan mampu menopang ketahanan ekonomi nasional.

“BI all out menjaga rupiah, berkoordinasi erat dengan pemerintah, serta terus mendapat dukungan penuh dari Presiden,” kata Perry.

Di sektor pangan, pemerintah juga memastikan ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan pemerintah siap memberikan subsidi distribusi apabila diperlukan guna menjaga stabilitas harga pangan di daerah.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan kondisi pasokan pangan nasional tetap aman dan harga bahan pokok masih terkendali.

Meski menghadapi tantangan global, pemerintah optimistis fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat. Sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter diyakini mampu menjaga stabilitas nasional, memperkuat kepercayaan pasar, serta memastikan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan dengan baik di tengah dinamika ekonomi dunia.

  • Related Posts

    Masyarakat Diimbau Tidak Terprovokasi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di USTJ

    JAYAPURA — Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi menyusul pengibaran bendera Bintang Kejora di lingkungan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), Rabu (30/9/2026). Masyarakat diharapkan menjaga ketertiban serta…

    Publik Puas atas 2 Tahun Prabowo-Gibran, Banyak Program Dirasakan Rakyat

    Oleh: Alexander Royce*) Menjelang genap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Oktober 2026, ukuran kepuasan publik kembali menjadi perhatian. Survei Indonesia Network Election Survey (INES) yang digelar 14–20…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *