Program Sapi Merah Putih Jadi Penopang Swasembada Pangan dan Serap Tenaga Kerja

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas resmi meluncurkan Program Sapi Merah Putih dalam Pameran Flora & Fauna (FLONA) 2025 di Lapangan Banteng, Jakarta. Program ini diproyeksikan menjadi penopang utama swasembada pangan nasional sekaligus memperkuat penyediaan protein hewani untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sekretaris Utama Badan Gizi Nasional (BGN), Sarwono, menyampaikan bahwa ketersediaan daging dan susu berkualitas merupakan pilar penting dalam pembangunan gizi masyarakat. Menurutnya, Sapi Merah Putih hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut.

“Pemenuhan protein anak-anak penerima MBG akan menentukan kualitas tumbuh kembang sekaligus memperkuat pondasi swasembada pangan nasional,” ujarnya.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy menilai inisiatif ini sebagai terobosan penting dalam sejarah pembangunan pangan Indonesia.

“Setelah 80 tahun merdeka, lahir 120 sapi kembar identik yang kemudian dipilih 80 ekor sebagai Sapi Merah Putih. Inovasi biogenetika ini, menjadi dasar revolusi putih yang dicanangkan Presiden untuk memperkuat industri sapi perah lokal,” ungkapnya.

Direktur Utama Moosa Genetika, Deddy Kurniawan, menegaskan bahwa metode gene editing yang digunakan memungkinkan lahirnya sapi perah khas Indonesia dengan daya tahan terhadap iklim tropis sekaligus produktivitas tinggi.

“Hingga kini, tercatat sudah ada 80 ekor Sapi Merah Putih yang siap dikembangkan lebih lanjut,” ucapnya.

Program Sapi Merah Putih merupakan hasil kolaborasi Bappenas, PT Moosa Genetika Farmindo, dan Universitas Institut Petanian Bogor (IPB). Riset berbasis sapi lokal dikembangkan melalui bioteknologi reproduksi molekuler modern dengan tujuan meningkatkan produktivitas susu dan daging.

Data Bappenas mencatat, kebutuhan susu nasional pada 2023 mencapai 4,53 juta ton, sementara produksi dalam negeri baru 0,84 juta ton atau 18,54%. Kekurangan tersebut selama ini dipenuhi dengan impor sekitar 3,7 juta ton. Karena itu, inovasi Sapi Merah Putih diproyeksikan menjadi momentum penting untuk menekan ketergantungan impor sekaligus mengangkat kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Acara peluncuran turut disaksikan sejumlah pejabat, mulai dari Menteri Kesehatan, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rektor Univeritas IPB, hingga gubernur dari berbagai daerah. Kehadiran mereka menandai keseriusan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjadikan Sapi Merah Putih sebagai simbol kemandirian pangan bangsa sekaligus penyerapan tenaga kerja di sektor agribisnis.

(*/rls)

  • Related Posts

    Ketua PB ESI Herindra: Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Ekosistem Digital Bangsa

    Ketua Umum PB ESI periode 2026–2030, M. Herindra, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memajukan ekosistem esports nasional. Langkah ini menjadi kunci utama dalam membangun fondasi olahraga digital yang kuat…

    Herindra Lantik Pengurus PB ESI 2026-2030, Timnas Pokémon UNITE-MLBB Dapat Penghargaan

    Jakarta – Ketua Umum PB ESI M. Herindra melantik pengurus periode 2026-2030 di Hall Patiunus, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026). Acara tersebut dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada Timnas Pokémon UNITE Indonesia…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *