Sekolah Rakyat Perkuat Pendidikan Karakter Anak dari Keluarga Rentan

Jakarta – Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter sebagai fondasi masa depan bangsa. Dalam konteks ini, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis negara untuk memperkuat pendidikan karakter bagi anak-anak dari keluarga rentan secara sosial dan ekonomi.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan keputusan besar negara demi masa depan generasi muda. Program sekolah berasrama ini dirancang untuk menjangkau anak-anak yang selama ini tertinggal dari sistem pendidikan formal akibat keterbatasan ekonomi dan sosial. “Sekolah berasrama ini ditujukan bagi anak-anak yang mungkin selama ini tidak memiliki harapan, agar mereka kembali percaya pada masa depan,” ujar Presiden Prabowo.

Sekolah Rakyat dirancang sebagai ruang belajar alternatif yang menekankan nilai moral, kedisiplinan, tanggung jawab, empati, dan semangat kebersamaan. Anak-anak dari keluarga prasejahtera kerap menghadapi tantangan berlapis, mulai dari keterbatasan akses pendidikan, tekanan ekonomi, hingga minimnya pendampingan sosial. Tanpa intervensi sistematis, kondisi tersebut berpotensi menghambat perkembangan karakter dan kepercayaan diri anak.

Melalui pendekatan yang humanis dan inklusif, Sekolah Rakyat tidak hanya memperkuat literasi dan numerasi dasar, tetapi juga membangun karakter melalui pembiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kejujuran, kerja keras, saling menghormati, dan kepedulian sosial ditanamkan secara konsisten melalui metode pembelajaran kontekstual dan partisipatif. Anak-anak didorong untuk mengenali potensi diri, berani bermimpi, serta memiliki orientasi masa depan yang lebih baik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan kurikulum adaptif, skema guru, dan sistem pembelajaran berkelanjutan. “Secara akademik, Sekolah Rakyat telah berjalan sesuai kurikulum nasional dan memberikan manfaat besar bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.

Selain fokus pada peserta didik, Sekolah Rakyat juga melibatkan orang tua dan komunitas sebagai bagian dari ekosistem pendidikan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa kolaborasi ini penting agar nilai-nilai karakter yang diajarkan di sekolah dapat terus diterapkan di rumah dan lingkungan sekitar. Menurutnya, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi pusat pembelajaran sekaligus penguatan ketahanan sosial keluarga rentan.

Keberadaan Sekolah Rakyat sejalan dengan upaya pemerintah mewujudkan pemerataan pendidikan yang berkeadilan. Pendidikan karakter sejak dini diyakini mampu memutus rantai kemiskinan antargenerasi dan mencetak generasi muda yang tangguh, berintegritas, serta berdaya saing sebagai calon pemimpin masa depan bangsa.****

  • Related Posts

    PP TUNAS Diperkuat, Pendidik Tekankan Etika Digital demi Pendidikan Bermutu Anak

    Jakarta — Penguatan implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS) semakin menjadi perhatian dalam upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, sehat, dan berkualitas…

    Akademisi dan Satuan Pendidikan Dukung PP TUNAS untuk Wujudkan Pendidikan Bermutu

    Jakarta — Kalangan akademisi dan satuan pendidikan mendukung kuat penerapan kebijakan pemerintah untuk membatasi akses media sosial (medsos) bagi anak di bawah umur 16 tahun melalui Peraturan Pemerintah No. 17…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *