Sekolah Rakyat Terintegrasi Dinilai Berhasil Tingkatkan Disiplin dan Kepercayaan Diri Siswa

JAKARTA – Program Sekolah Rakyat mulai menunjukkan perubahan pada aspek karakter dan prestasi siswa setelah berjalan sekitar satu tahun. Selain memberikan akses pendidikan bagi anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, program ini mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pembinaan karakter, pengembangan minat dan bakat, serta kehidupan berasrama.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya kepercayaan diri, kedisiplinan, semangat belajar, hingga keberanian siswa tampil di depan publik.

“Siswa di Sekolah Rakyat mengalami perkembangan cukup signifikan. Mereka menjadi lebih percaya diri, disiplin, dan berani,” kata Gus Ipul.

Pada kesempatan lain, Gus Ipul menyebut perkembangan tersebut juga tercermin dari capaian siswa. Selama satu tahun operasional, siswa Sekolah Rakyat telah menorehkan ratusan prestasi pada tingkat daerah, provinsi, nasional, hingga internasional.

Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi menilai pendidikan berkualitas perlu berjalan bersama pembentukan karakter dan kepercayaan diri agar peserta didik mampu mengembangkan potensi secara optimal.

“Kesempatan memperoleh pendidikan yang berkualitas harus diikuti dengan pembinaan karakter, motivasi, dan kepercayaan diri. Dengan begitu, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Unifah.

Pandangan tersebut menempatkan keberhasilan pendidikan bukan semata pada capaian akademik, tetapi juga pada kemampuan siswa mengenali potensi dan membangun kemandirian. Aspek tersebut menjadi relevan dalam model Sekolah Rakyat yang menggabungkan pendidikan formal dengan pembinaan kehidupan sehari-hari di lingkungan asrama.

Pengamat pendidikan UPI Prof. Cecep Darmawan menilai pengembangan potensi siswa membutuhkan lingkungan yang mendukung kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan sosial.

“Program seperti Sekolah Rakyat memiliki nilai strategis karena memberikan ruang bagi siswa untuk mengenali potensi dirinya, membangun rasa percaya diri, serta meningkatkan kemampuan hidup yang akan menjadi bekal penting di masa depan,” katanya.

jumlah peserta didik Sekolah Rakyat telah mencapai sekitar 45 ribu siswa setelah pemerintah menambah alokasi 30 ribu peserta didik. Program ini diarahkan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak dari keluarga rentan, termasuk mereka yang tidak sekolah, putus sekolah, atau berpotensi putus sekolah.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya berorientasi pada perluasan akses pendidikan, tetapi juga pembentukan karakter dan pengembangan potensi. Dengan evaluasi berkelanjutan dan penguatan kualitas pembelajaran, program ini menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas kesempatan pendidikan sekaligus menyiapkan generasi yang lebih percaya diri, mandiri, dan berprestasi. (*)

  • Related Posts

    Konsep Sekolah Rakyat Terintegrasi: Pendidikan Tak Lagi Terhambat Jarak dan Biaya

    Oleh : Jonathan Janoel*) Pendidikan sering kali berbicara tentang kesempatan, tetapi bagi keluarga miskin kesempatan itu dapat terhalang oleh biaya, jarak, kondisi rumah tangga, hingga keterbatasan lingkungan belajar. Konsep Sekolah…

    Sekolah Rakyat Terintegrasi, Pendidikan yang Bermartabat

    Oleh : Abdul Razak)* Pendidikan yang bermartabat tidak cukup dimaknai sebagai tersedianya ruang kelas dan akses belajar. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu menjamin setiap anak memperoleh kesempatan berkembang secara…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *