Sinergi Pemerintah dan BI Jaga Rupiah Tetap On Track di Tengah Tekanan Global

Jakarta, – Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Komitmen ini disampaikan dalam forum IMF–World Bank Spring Meetings di Amerika Serikat, sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan investor global terhadap perekonomian Indonesia.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa strategi utama difokuskan pada pengelolaan nilai tukar rupiah yang fleksibel namun tetap terukur.

“Kami menjaga stabilitas nilai tukar melalui kebijakan yang adaptif, serta memperkuat instrumen moneter agar daya tarik investasi di dalam negeri tetap terjaga,” ujarnya.

Selain itu, pengelolaan likuiditas dilakukan secara hati-hati untuk memastikan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi tanpa mengganggu stabilitas. Langkah ini menjadi bagian dari strategi komprehensif dalam menghadapi tekanan global, termasuk volatilitas pasar dan dinamika geopolitik.

Sinergi antara BI dan pemerintah juga menjadi faktor kunci dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempertahankan disiplin fiskal, termasuk menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), serta mengarahkan belanja negara ke sektor produktif.

“Koordinasi kebijakan moneter dan fiskal terus diperkuat agar stabilitas ekonomi tetap terjaga dan pertumbuhan dapat berkelanjutan,” ungkap perwakilan pemerintah.

Dengan suku bunga acuan di kisaran 4,75 persen dan inflasi yang relatif terkendali, Indonesia dinilai tetap kompetitif di antara negara berkembang lainnya. Kondisi ini turut mendorong optimisme terhadap potensi peningkatan arus modal asing ke pasar keuangan domestik, baik pada instrumen obligasi maupun ekuitas.

Pertemuan antara pemerintah, BI, dan US-ASEAN Business Council juga dimanfaatkan untuk memperkuat kredibilitas Indonesia sebagai destinasi investasi yang stabil dan prospektif.

Di tengah ketidakpastian global tahun 2026, pemerintah dan Bank Indonesia menegaskan bahwa perekonomian Indonesia tetap berada pada jalur yang tepat. Dengan fondasi yang kuat, koordinasi kebijakan yang solid, serta komitmen menjaga stabilitas, Indonesia optimistis mampu menghadapi berbagai tantangan eksternal sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan di masa depan. (*)

  • Related Posts

    PP TUNAS Diperkuat, Pendidik Tekankan Etika Digital demi Pendidikan Bermutu Anak

    Jakarta — Penguatan implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS) semakin menjadi perhatian dalam upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, sehat, dan berkualitas…

    Akademisi dan Satuan Pendidikan Dukung PP TUNAS untuk Wujudkan Pendidikan Bermutu

    Jakarta — Kalangan akademisi dan satuan pendidikan mendukung kuat penerapan kebijakan pemerintah untuk membatasi akses media sosial (medsos) bagi anak di bawah umur 16 tahun melalui Peraturan Pemerintah No. 17…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *