Stimulus Ekonomi Dorong Daya Beli Masyarakat, Jaga APBN Tetap Stabil

Jakarta— Pemerintah memastikan paket stimulus ekonomi senilai Rp16,23 triliun tidak akan memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan seluruh anggaran telah disiapkan dan dialokasikan secara optimal.

Purbaya menjelaskan program bantuan pangan berupa 10 kilogram beras per bulan selama dua bulan menjadi pos anggaran terbesar dengan nilai Rp7 triliun.

“Ditanya defisit seperti apa? Kan yang paling besar itu 2×10 kg (bantuan pangan beras) itu sekitar Rp7 triliun sudah ada uangnya ada kami siapkan, bukan berarti defisitnya melebar,” ujarnya

Ia menambahkan, Kementerian Keuangan telah menghitung penyerapan anggaran setiap tahun, sehingga program stimulus diarahkan untuk memaksimalkan sisa ruang belanja di tiga bulan terakhir 2025.

“Saya bisa perkirakan setiap tahun berapa penyerapan berapa anggaran kita, tahun lalu ada sisa juga. Jadi daripada sisa, tinggal 3 bulan lagi nggak terpakai, saya pakai ke sana,” jelasnya.

Menurut Purbaya, stimulus ini tidak mengubah defisit secara signifikan, bahkan berpotensi memberi dampak netral hingga positif.

“Jadi ini adalah optimalisasi penyerapan anggaran supaya berdampak pada perekonomian tanpa merubah defisit yang terlalu signifikan. Nanti kalau ekonomi tumbuh lebih bagus kan, kalau kita asumsikan tax ratio-nya konstan, kalau PDB tumbuh lebih cepat tax-nya jadi lebih cepat juga. Jadi dampaknya ke defisit cenderung neutral to positive,” katanya.

Di tempat terpisah, Ekonom Universitas Katolik Parahyangan, Aknolt Kristian Pakpahan, menilai kebijakan ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah inflasi. Ia menekankan program magang bagi fresh graduate, insentif PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah, serta program padat karya akan menekan pengangguran sekaligus memperluas kesempatan kerja.

“Paket 8 program akselerasi dengan membuka kesempatan lebih luas program magang bagi fresh graduate ditujukan untuk menekan angka pengangguran, sekaligus memberikan kesempatan pengalaman kerja bagi para fresh graduate,” jelasnya.

Aknolt menambahkan, langkah pemerintah sejalan dengan janji kampanye Prabowo-Gibran yang menekankan penciptaan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas. Ia menyebut, paket stimulus ini layak diapresiasi karena menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mengoptimalkan kesejahteraan rakyat.***

  • Related Posts

    PP TUNAS Diperkuat, Pendidik Tekankan Etika Digital demi Pendidikan Bermutu Anak

    Jakarta — Penguatan implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS) semakin menjadi perhatian dalam upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, sehat, dan berkualitas…

    Akademisi dan Satuan Pendidikan Dukung PP TUNAS untuk Wujudkan Pendidikan Bermutu

    Jakarta — Kalangan akademisi dan satuan pendidikan mendukung kuat penerapan kebijakan pemerintah untuk membatasi akses media sosial (medsos) bagi anak di bawah umur 16 tahun melalui Peraturan Pemerintah No. 17…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *