Sekolah Rakyat Bertambah, Akses Pendidikan Kian Luas

Jakarta – Pemerintah terus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat prasejahtera melalui percepatan pembukaan tambahan Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, guna memastikan semakin banyak anak Indonesia memperoleh hak pendidikan secara merata.

Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, menyampaikan bahwa penambahan Sekolah Rakyat tersebut berada di luar tahapan pengembangan yang telah berjalan sebelumnya. Ia menegaskan percepatan ini menjadi prioritas pemerintah agar target pembukaan pada April dapat terealisasi.

“Ini ada perintah tambahan yang harus kita laksanakan bersama karena ini arahan langsung dari Bapak Presiden Prabowo. Beliau meminta bulan April ini harus sudah buka,” ujar Agus.

Pemerintah juga mengoptimalkan penggunaan berbagai fasilitas milik kementerian dan lembaga untuk mempercepat operasional Sekolah Rakyat. Menurut Agus, langkah ini melengkapi tahapan yang telah berjalan. Pada tahap pertama, pemerintah telah mengembangkan rintisan di 166 titik dengan memanfaatkan gedung yang tersedia. Selanjutnya, tahap kedua mencakup pembangunan sekolah permanen di 104 lokasi, dan tahap ketiga tengah mempersiapkan sekitar 100 titik tambahan.

“Alhamdulillah dalam proses ini, satu dua hari terakhir Kemenhub memberikan tempat-tempat pelatihan yang nantinya akan digunakan untuk Sekolah Rakyat,” katanya.

Ia menambahkan, percepatan pembukaan Sekolah Rakyat mengedepankan prinsip fungsional dengan memprioritaskan fasilitas utama. “Yang penting ada kelas dulu, ada asrama dulu, terus ada tempat makan. Yang lain-lain nanti bisa menyesuaikan sambil proses belajar mengajar berjalan,” jelas Agus.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menilai program Sekolah Rakyat sebagai bentuk investasi negara dalam menyiapkan generasi masa depan. Ia menegaskan bahwa program ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak Indonesia.

“Saya bangga dan terharu melihat semangat anak-anak di sini. Sekolah Rakyat membuktikan bahwa pendidikan yang ramah anak dan berbasis komunitas bisa berjalan dengan sangat efektif,” ujarnya saat meninjau Sekolah Rakyat di Ponorogo.

Dalam kunjungannya, Menteri PPPA memastikan fasilitas yang tersedia telah mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, mulai dari asrama hingga ruang kelas. Ia juga menyoroti pentingnya lingkungan yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

“Lokasinya nyaman, udaranya bersih, dan fasilitasnya bagus. Anak-anak dapat belajar dengan nyaman, mereka mendapatkan makan tiga kali sehari serta dua kali snack,” katanya.

Perluasan Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak bangsa. Upaya ini tidak hanya membuka akses yang lebih luas, tetapi juga memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia yang inklusif dan berkeadilan. Dukungan semua pihak menjadi kunci agar program ini terus berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi masa depan Indonesia. (*)

  • Related Posts

    Aspirasi Daerah Diserap, Matangkan RUU Perampasan Aset

    Jakarta- Pemerintah bersama DPR terus mematangkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset melalui pendekatan yang mengedepankan partisipasi publik dan penyerapan aspirasi dari berbagai daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya…

    RUU Perampasan Aset Dipastikan Dibahas Terbuka dan Libatkan Publik

    JAKARTA – Pembahasan RUU Perampasan Aset memasuki tahap penting dengan komitmen DPR RI untuk mengedepankan proses yang terbuka, partisipatif, dan akuntabel. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dan DPR dalam memperkuat…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *