Peningkatan Anggaran Hingga 335 Triliun Perluas Jumlah Manfaat Program MBG
JAKARTA – Pemerintah menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perluasan manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan alokasi anggaran yang meningkat hingga Rp335 triliun, program ini diproyeksikan…
Kenaikan Anggaran Komitmen Pemerintah Tingkatkan Kualitas Pelaksanaan MBG
JAKARTA – Pemerintah berkomitmen meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menaikkan alokasi anggaran secara signifikan pada tahun 2026. Berdasarkan Buku II Nota Keuangan dan RAPBN 2026, pemerintah…
Pemerintah Komitmen Lakukan Intervensi Gizi melalui Alokasi 335 T untuk Program MBG
Oleh: Rahman Prawira)* Pemerintah menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia(SDM) yang sehat, tangguh, dan berdaya saing global. Dalam pidato kenegaraan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah secara resmi mengumumkan rencana alokasi anggaran sebesar Rp…
Alokasi Anggaran 335T Bukti Prioritas Pemerintah Tingkatkan Kualitas MBG
Oleh : Aksara Dwi Wijayanto*) Pemerintah menunjukkan keseriusannya dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui kebijakan alokasi anggaran sebesar Rp335 triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026. Angka…
Satgas Damai Cartenz Tangkap Anggota OPM Terlibat Penembakan Dua Brimob
Nabire – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz berhasil menangkap Siprianus Weya, anggota kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) pimpinan Aibon Kogoya alias Daniel Kogoya. Penangkapan dilakukan…
Penindakan OPM oleh Aparat Jadi Sinyal Tegas Negara Tidak Toleransi OPM
Nabire – Penangkapan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) oleh aparat keamanan melalui Operasi Damai Cartenz menegaskan sikap negara yang tidak memberikan ruang sedikit pun bagi aksi terorisme di Tanah Papua.…
Penindakan OPM oleh Aparat, Sinyal Kuat Negara Tidak Toleransi Terorisme di Papua
Oleh: Loa Murib Penangkapan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) oleh aparat keamanan melalui OperasiDamai Cartenz menjadi bukti nyata bahwa negara tidak memberikan ruang sedikit pun bagi aksiterorisme di Bumi Cenderawasih. Penindakan tegas ini bukan hanya langkah penegakan hukum, tetapi juga pesan kuat kepada pihak-pihak yang mencoba merusak kedaulatan dan mengganggukeamanan nasional. Kasus yang memicu penangkapan ini terjadi pada 13 Agustus 2025 di KM 128 Distrik Siriwo, Nabire, Papua Tengah, ketika dua anggota kepolisian, Brigadir Muhammad Arif Maulana danBripda Nelson Runaki, menjadi korban penembakan brutal. Aksi ini bukan sekadar kriminalitas, tetapi serangan yang terencana untuk menciptakan ketakutan dan instabilitas. Fakta bahwapelaku mendokumentasikan aksinya untuk disebarkan menegaskan motif propaganda dan teroryang mereka usung. Operasi Damai Cartenz yang dipimpin Brigadir Jenderal Faizal Ramadhani berhasil menangkapSiprianus Weya, salah satu anggota TPNPB-OPM yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Siprianus bukan sekadar pelaku lapangan, melainkan bagian dari tim media kelompok tersebut, yang bertugas mendokumentasikan aksi bersenjata untuk disebarkan ke publik melalui salurankomunikasi digital. Penangkapan ini mengungkap bahwa OPM tidak hanya bergerak di bidangmiliter, tetapi juga memanfaatkan media sebagai alat propaganda untuk membangun narasiseparatisme. Selain Siprianus, lima anggota lain yang terhubung dengan jaringan Aibon Kogoya turutdiamankan, bersama sejumlah barang bukti berupa jaket, noken, telepon genggam, danperlengkapan pribadi lainnya. Penemuan ponsel yang digunakan untuk merekam aksi danmengirimkannya ke jaringan OPM menjadi bukti nyata bahwa kelompok ini menggunakanstrategi teror modern yang memadukan kekerasan fisik dan perang informasi. Dari perspektif keamanan nasional, langkah aparat menindak kelompok ini merupakankeharusan. Teror bersenjata yang dilakukan OPM bukan hanya mengancam aparat penegakhukum, tetapi juga masyarakat sipil. Keberadaan kelompok separatis bersenjata yang terusberoperasi dengan memanfaatkan isu politik identitas dan memanfaatkan wilayah yang sulitdijangkau menjadi tantangan serius bagi negara. Oleh karena itu, keberhasilan menangkappelaku memberikan pesan kuat bahwa negara hadir dan tidak akan kalah oleh kelompokbersenjata yang merongrong kedaulatan. Dalam konteks penegakan hukum, tindakan tegas ini menjadi sinyal bahwa negara menempatkankeselamatan warga negara sebagai prioritas utama. Tidak ada kompromi terhadap kelompokyang mengangkat senjata melawan negara. Penegakan hukum yang konsisten menjadi bentukperlindungan terhadap masyarakat Papua agar tidak terus-menerus hidup dalam ketakutan akibataksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata. Penting juga untuk memahami bahwa penindakan terhadap OPM bukanlah tindakan yang ditujukan kepada masyarakat Papua secara umum. Sebaliknya, langkah ini bertujuan untukmelindungi masyarakat dari kelompok kecil yang memanfaatkan isu Papua untuk kepentingankelompok mereka sendiri. Sebagian besar masyarakat Papua menginginkan kedamaian dankesejahteraan, bukan konflik berkepanjangan. Penindakan terhadap kelompok bersenjata inimenjadi bagian dari upaya menciptakan ruang yang aman bagi pembangunan dan kesejahteraandi Papua. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Komisaris Besar Yusuf Sutejo, menegaskan bahwamasyarakat diminta tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu menyesatkan yang seringdimainkan oleh kelompok separatis. Kepercayaan terhadap aparat penegak hukum menjadi halpenting agar proses pemulihan keamanan berjalan lancar. Dengan dukungan masyarakat, operasipenegakan hukum dapat dilakukan secara efektif tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari warga. Brigadir Jenderal Faizal Ramadhani menilai keberhasilan penangkapan ini tidak hanyaberdampak pada proses hukum, tetapi juga menjadi bentuk pencegahan terhadap aksi-aksilanjutan yang berpotensi memakan korban. Dengan mengamankan pelaku dan jaringannya, negara memutus mata rantai penyebaran propaganda separatis dan upaya perekrutan anggotabaru. Ini menunjukkan bahwa strategi penindakan yang diiringi pendekatan intelijen danpengawasan informasi digital sangat penting dalam menghadapi ancaman terorisme berbasismedia. Ke depan, penindakan terhadap kelompok bersenjata di Papua harus terus dilakukan secaraberkesinambungan. Aparat tidak boleh lengah karena kelompok ini cenderung bergerak denganpola sel terputus, sehingga meski pimpinan atau anggota kunci ditangkap, potensi aksi balasantetap ada. Oleh karena itu, pendekatan keamanan harus dikombinasikan dengan upayapembangunan sosial-ekonomi yang mengakar agar Papua tidak lagi menjadi ladang subur bagiideologi separatis.…
Penangkapan Anggota OPM Bukti Ketegasan Negara Menjaga Stabilitas Keamanan Papua
Oleh : Yohanes Wandikbo )* Penangkapan anggota kelompok bersenjata yang tergabung dalam Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) oleh Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz kembali menegaskan ketegasan negara…
Bendera Bajak Laut sebagai Simbol Budaya Pop Tidak Sejalan dengan Momentum Perayaan Kemerdekaan
Oleh: Rivka Mayangsari*) Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia seharusnya menjadi saat penuh penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa dan pengorbanan para pahlawan. Namun, belakangan muncul fenomena…
Jaga Nasionalisme dari Gelombang Budaya Pop Bendera Bajak Laut
Oleh : Arka Dwi Francesco*) Dalam momentum HUT RI ke-80, tren pengibaran bendera bergambar tengkorak ala bajak laut yang dipopulerkan serial One Piece semakin ramai. Meski sebagian masyarakat memandangnya sekadar…

:quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2025/04/25/3f5f78093fae38ad406047f386ffe4d6-20250425PRI17HR.jpg)













