Legislator Ingatkan Demo Mahasiswa Tetap Murni, Jangan Dimanfaatkan untuk Politik Praktis

Jakarta – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani mengingatkan seluruh pihak agar tidak memanfaatkan gerakan mahasiswa sebagai instrumen kepentingan politik praktis. Menurutnya, mahasiswa merupakan kelompok intelektual yang memiliki idealisme, integritas, dan independensi yang harus dijaga karena selama ini berperan sebagai kekuatan moral dalam mengawal jalannya demokrasi serta mengawasi kebijakan publik secara objektif.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya dugaan adanya upaya mengarahkan aksi demonstrasi mahasiswa melalui pemberian imbalan kepada sejumlah peserta aksi. Lalu menilai praktik semacam itu berpotensi mencederai marwah gerakan mahasiswa, mengaburkan substansi penyampaian aspirasi, serta melemahkan kepercayaan publik terhadap independensi gerakan mahasiswa.

“Jangan membeli idealisme dan integritas mahasiswa dengan uang. Mahasiswa sedang berada pada fase membangun intelektualitas dan karakter yang akan menjadi bekal penting bagi masa depan bangsa,” ujar Lalu.

Ia menambahkan, demonstrasi merupakan hak konstitusional setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat yang dijamin dalam sistem demokrasi. Karena itu, setiap aksi harus lahir dari kesadaran, idealisme, dan aspirasi yang tulus, bukan dipengaruhi kepentingan pihak tertentu maupun iming-iming materi.

Menurutnya, menjaga independensi gerakan mahasiswa merupakan tanggung jawab bersama agar ruang demokrasi tetap sehat dan kritik yang disampaikan benar-benar berorientasi pada kepentingan publik.

“Mahasiswa harus tetap menjadi kekuatan moral yang independen. Aksi demonstrasi hendaknya benar-benar dilakukan untuk menyampaikan kritik dan aspirasi demi kepentingan masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Muhammad Abdi Maludin, mendorong agar dugaan adanya pihak yang mencoba memengaruhi arah demonstrasi dapat diusut secara terbuka. Menurutnya, transparansi diperlukan untuk menjaga marwah gerakan mahasiswa agar tetap dipercaya publik.

“Kami berharap persoalan ini diungkap secara transparan sehingga gerakan mahasiswa tetap berdiri di atas idealisme, bukan kepentingan pihak tertentu,” ungkapnya.

Independensi mahasiswa merupakan salah satu pilar penting dalam kehidupan demokrasi. Oleh sebab itu, seluruh elemen bangsa diharapkan menghormati kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi tanpa intervensi maupun kepentingan politik praktis.

Dengan menjaga kemurnian gerakan mahasiswa, ruang demokrasi di Indonesia diharapkan tetap berkembang secara sehat, konstruktif, dan mampu menghadirkan kritik yang objektif sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan serta pembangunan nasional.

  • Related Posts

    Pemerintah Pastikan Taruna Akmil Tidak Mengajar di Kelas, Hanya Dampingi Kemandirian Siswa Sekolah Rakyat

    Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa pelibatan taruna Akademi Militer (Akmil) dalam program Sekolah Rakyat bukan untuk menggantikan peran guru maupun mengajar di ruang kelas. Kehadiran para taruna difokuskan untuk memberikan…

    Pendampingan Taruna Akmil di Sekolah Rakyat Berlangsung Lima Hari untuk Latih Kemandirian

    Jakarta – Pemerintah memperkuat pelaksanaan Program Sekolah Rakyat melalui pendampingan kehidupan berasrama yang melibatkan taruna Akademi Militer (Akmil). Pendampingan tersebut dirancang sebagai bagian dari penguatan karakter dan pembentukan kemandirian siswa…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *