MBG Tingkatkan Konsentrasi Belajar Siswa, Dorong Pendidikan Berkualitas

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti mampu meningkatkan konsentrasi belajar siswa sekaligus mendorong terwujudnya pendidikan berkualitas. Evaluasi pemerintah menunjukkan adanya penurunan gangguan belajar akibat lapar di sekolah penerima program, terutama di sejumlah daerah dengan dampak yang signifikan.

Terkait hal itu, Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati, menegaskan bahwa dampak program ini sangat terasa dalam aktivitas belajar siswa.

“Pemenuhan gizi yang baik melalui Program Makan Bergizi Gratis membantu meningkatkan kesiapan belajar siswa. Kehadiran dan konsentrasi di sekolah menjadi lebih terjaga,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kecukupan gizi memiliki hubungan erat dengan kemampuan belajar anak.

“Gizi yang cukup sangat memengaruhi daya konsentrasi dan semangat belajar. Melalui MBG, kami ingin memastikan anak-anak dapat belajar dengan kondisi fisik yang optimal,” tegasnya.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat bahwa MBG mampu mengurangi gangguan konsentrasi akibat rasa lapar. Berdasarkan evaluasi program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), sekolah penerima MBG menunjukkan penurunan gangguan belajar akibat lapar sebesar 2,37 poin persentase lebih tinggi dibandingkan sekolah yang belum menerima program tersebut.

Dampak yang lebih signifikan terlihat di wilayah Indonesia Timur, dengan penurunan gangguan belajar mencapai 14,85 poin persentase lebih tinggi.

Hal ini menunjukkan bahwa intervensi gizi melalui MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar siswa, tetapi juga memperkuat kesiapan mereka dalam mengikuti pembelajaran secara optimal.

Di tempat terpisah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa MBG merupakan bagian dari strategi pembangunan manusia jangka panjang yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

“Program MBG yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto merupakan investasi jangka panjang pembangunan manusia Indonesia. Kita sedang menyiapkan generasi 2045 agar tumbuh sehat, cerdas, dan kuat secara fisik maupun mental,” ujarnya.

Dukungan terhadap program ini juga disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani. Ia menilai MBG bukan sekadar bantuan pangan, melainkan investasi strategis untuk menciptakan generasi unggul.

“Gizi yang baik memiliki peran penting dalam perkembangan otak dan fisik anak. Anak yang mendapatkan asupan bergizi akan lebih aktif, fokus dalam belajar, serta memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik,” katanya. ***

  • Related Posts

    Pembangunan Papua Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Adat

    Oleh : Loa Murib Pembangunan di Papua terus menunjukkan arah yang semakin kuat dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat adat sebagai bagian utama dari proses transformasi wilayah timur Indonesia tersebut.…

    Pembangunan Papua Bukti Nyata Keberpihakan Pemerintah kepada Masyarakat Adat

    Oleh : Fransiskus Nawipa Pembangunan di Papua terus menunjukkan arah yang semakin berpihak kepada masyarakat adat sebagai bagian utama dari proses kemajuan nasional. Berbagai kebijakan pembangunan yang dijalankan pemerintah tidak…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *